KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Sejumlah umat Stasi Santo Agustinus Bello, Kota Kupang,engikuti latihan cara mengolah sampah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari.
Latihsn dilakukan Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kapela St. Agustinus Bello, Sabtu (8/8/26).
Upaya tersebut dilakukan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga bagi Umat Stasi St. Agustinus Bello: Sebuah Solusi Berkelanjutan untuk Kesehatan dan Lingkungan.
Ketua Tim PKM Undana, Adi Yermia Tobe, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui program tersebut, dosen dan mahasiswa berupaya mendekatkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat”, ujar dia.
Menurut Adi, sampah organik rumah tangga selama ini masih sering dibuang begitu saja hingga menumpuk di tempat pembuangan akhir. Padahal, dengan pengolahan sederhana dan biaya relatif murah, sampah tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan.
Dalam pelatihan itu, peserta diperkenalkan pada tiga metode pengolahan sampah, yakni pembuatan eko enzim, enzim buah, serta kompos menggunakan komposter.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, bisa dilanjutkan dengan pelatihan produk turunan eko enzim, seperti sabun dan produk lainnya,” kata Adi.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 19 Kelompok Umat Basis (KUB) Stasi St. Agustinus Bello. Peserta terdiri atas bapak-bapak, ibu rumah tangga, dan Orang Muda Katolik (OMK).
Kegiatan dibuka Sekretaris Dewan Pastoral Stasi (DPS) St. Agustinus Bello, Kaitanus Korbafo. Ia menyampaikan terima kasih kepada Undana yang telah bekerja sama dengan DPS dalam kegiatan tersebut.
Menurut Kaitanus, pelatihan ini tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga mendorong kehidupan yang lebih harmonis antara manusia dan lingkungan.
Ia berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di rumah masing-masing serta membagikannya kepada anggota KUB lainnya. Sebagai tindak lanjut, peserta juga sepakat membentuk kelompok diskusi melalui grup WhatsApp.
Dalam pelatihan, peserta mendapat penjelasan mengenai eko enzim, enzim buah, dan komposter, kemudian mempraktikkan langsung proses pembuatannya dengan pendampingan tim PKM.
Untuk eko enzim, peserta diperkenalkan dengan perbandingan 1:3:10, yakni satu bagian molase atau gula merah, tiga bagian sampah organik segar, dan 10 bagian air. Bahan berupa kulit buah dan sisa sayuran dipotong kecil, lalu difermentasi selama sekitar tiga bulan.
Sementara itu, enzim buah dibuat menggunakan bagian buah dan madu asli dengan perbandingan yang sama. Proses fermentasinya berlangsung sekitar 12 bulan dan hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan komposter drum statis vertikal dan komposter ember tumpuk. Alat tersebut dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk organik padat (POP) dan pupuk organik cair (POC) dalam waktu sekitar 14–30 hari.
Salah satu peserta, Maria Tuan, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan itu memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya senang karena mendapat pengetahuan baru tentang bagaimana mengolah sampah rumah tangga. Ternyata sampah yang selama ini dibuang bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Maria.
Setelah sekitar tiga jam pelatihan, peserta berhasil menghasilkan satu toples berukuran 26 liter eko enzim dan satu galon berukuran 19 liter enzim buah.
Para peserta berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan, sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan di lingkungan keluarga dan KUB masing-masing.
Tim PKM Undana terdiri atas Adi Yermia Tobe, ST., MT sebagai ketua, serta Yeremias M. Pell, ST., M.Eng., Dr. Ir. Matheus M. Dwinanto, ST., MT., Wenseslaus Bunganaen, ST., MT. Dan Rifat Yafet Yoktan Maromon, ST., M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa Teknik Mesin Undana. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




