KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Program SIAP SIAGA memperkuat kapasitas 22 fasilitator Indeks Ketahanan Daerah (IKD) yang akan mendampingi seluruh kabupaten/kota dalam pengisian IKD 2026.
Penguatan kapasitas ini diharapkan meningkatkan kualitas pengisian IKD sebagai dasar penyusunan kebijakan penanggulangan bencana.
Area Manager Program SIAP SIAGA NTT, Silvia Fanggidae, mengatakan pendampingan tahun ini difokuskan pada peningkatan pemahaman terhadap 284 pertanyaan yang mewakili 71 indikator IKD, bukan sekadar memastikan formulir terisi.
Menurut dia, IKD telah menjadi indikator kinerja pemerintah daerah yang mendukung upaya pengurangan risiko bencana.
Sekretaris BPBD NTT, Yohanis Taka Dosi, mengatakan peningkatan kapasitas fasilitator penting mengingat NTT merupakan daerah yang rawan bencana. Dengan jumlah pendamping yang lebih banyak, proses asistensi kepada pemerintah kabupaten/kota diharapkan berlangsung lebih efektif.
Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan BPBD NTT, Yusta Roli Ramat, mengungkapkan peningkatan nilai IKD di NTT masih terkendala kapasitas operator yang belum merata, keterbatasan dokumen pendukung dari perangkat daerah, serta minimnya jumlah fasilitator. Berdasarkan data IKD 2025, sebanyak 11 kabupaten/kota di NTT masih berada pada kategori rendah, 11 lainnya kategori sedang, dan belum ada daerah yang mencapai kategori tinggi.
Melalui penguatan fasilitator dan pembentukan tim monitoring serta evaluasi, BPBD NTT menargetkan kualitas pengisian IKD meningkat sehingga mampu menjadi acuan dalam memperkuat kapasitas pemerintah daerah menghadapi bencana. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




