Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Langkah Kecil, Semangat Besar: Anak-Anak TKK Beata Maria Helena Bello Setia Mengiringi Koor dari Kapela ke Kapela

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Suara-suara kecil itu kembali terdengar merdu di dalam Kapela Santo Agustinus Bello, Minggu Paskah VII (17/5/2026).

Dengan seragam rapi dan wajah penuh semangat, 14 anak TKK Beata Maria Helena Bello kembali mengiringi koor dalam perayaan Minggu Paskah VII.

Bagi sebagian umat, mungkin itu hanyalah penampilan anak-anak biasa. Namun di balik lagu-lagu sederhana yang mereka nyanyikan, tersimpan perjalanan pelayanan yang perlahan menumbuhkan iman, keberanian, dan rasa kebersamaan sejak usia dini.

Perjalanan pelayanan koor anak-anak ini dimulai pada Minggu Paskah V, 3 Mei 2026, di Kapela Santo Petrus Haukoto.

Seminggu kemudian, tepat pada Minggu Paskah VI, 10 Mei 2026, mereka kembali melayani di Kapela Santa Maria Fatima Noelsinas. Dan pada Minggu Paskah VII, mereka hadir di Kapela Santo Agustinus Bello.

Dari satu kapela ke kapela lain, anak-anak itu tetap datang dengan antusias yang sama. Meski masih berusia dini, mereka belajar hadir tepat waktu, mengikuti latihan, menjaga kekompakan, hingga berani tampil di depan umat.

Di balik perjalanan itu, ada tangan-tangan pendamping yang setia membimbing.
Kepala sekolah TKK Beata Maria Helena Bello, Sr. Marselina, SSps, bersama dua guru pendamping, Ibu Veni dan Ibu Agustina, terus mendampingi anak-anak sejak latihan hingga pelayanan misa berlangsung. Dukungan orang tua juga menjadi bagian penting yang membuat pelayanan kecil itu terus berjalan.

Pemimpin Perayaan Ekaristi di Kapela Santo Agustinus Bello saat itu, RD Toni Kobesi, dalam homilinya mengapresiasi semangat pelayanan anak-anak TKK Beata Maria Helena Bello yang tetap setia mengiringi koor dari minggu ke minggu.

Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam kehidupan menggereja merupakan bagian penting dari pembinaan iman sejak usia dini.

“Anak-anak ini masih kecil, tetapi mereka sudah belajar melayani Tuhan dengan talenta yang mereka miliki. Ini menjadi tanda bahwa gereja memiliki harapan dan generasi penerus yang terus bertumbuh dalam iman,” ujar RD Toni Kobesi.

Hal senada disampaikan Sekretaris Stasi Santo Agustinus Bello, Kaytanus Korbafo. Ia mengaku bangga dan terharu melihat keberanian anak-anak tampil di depan umat.

“Kami bersyukur karena anak-anak memiliki semangat yang luar biasa. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri dalam perayaan misa dan menjadi contoh baik bagi anak-anak lain untuk mencintai gereja sejak dini,” katanya.

Suasana misa pun terasa berbeda ketika suara anak-anak mulai mengalun. Umat tampak mengikuti perayaan dengan penuh sukacita. Tidak sedikit yang tersenyum melihat keberanian anak-anak berdiri di depan altar, menyanyikan lagu-lagu liturgi dengan polos namun tulus.

Kesederhanaan itulah yang justru memberi makna mendalam. Tidak ada kemewahan dalam pelayanan mereka. Hanya suara-suara kecil, langkah-langkah mungil, dan semangat yang terus dijaga dari minggu ke minggu. Namun dari sana, tumbuh pembinaan iman yang nyata.

Pelayanan itu juga menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal gereja sejak dini. Mereka tidak hanya diajarkan bernyanyi, tetapi juga belajar disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian tampil di hadapan banyak orang.

Semangat kecil yang mereka tunjukkan menjadi harapan bahwa gereja akan terus memiliki generasi muda yang aktif melayani.

Dari kapela-kapela kecil itu, tumbuh benih-benih iman yang kelak diharapkan tetap hidup dan bertahan dalam perjalanan mereka di masa depan. (goe).

  • Bagikan