Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Kupang : “Dalam Keterbatasan Kami Lahirkan Juara Dunia”

Bupati Kupang Yos Lede saat menyampaikan pendapat dalam forum rakor guru dan tenaga kependidikan di Kupang Senin (4/5/26).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Bupati Kupang hadir dalam Rapat Koordinasi implementasi program kemendikdasmen dan sinkronisasi kebijakan daerah. Kegiatan berlangsung di salah satu hotel bintang di Kota Kupang Senin (4/5/26).

“Kami banyak viral. Tapi prestasi kami juga luar biasa meski tidak diimbangi infrastruktur yang memadai. Dengan keterbatasan saja kita lahirkan juara dunia”, ujar Bupati Kupang Yosef Lede dalam kesempatan itu.

Pernyataan Bupati Kupang ini merujuk pada Nono yang pada 19 Juli 2025 lalu berhasil meraih Medali Perunggu dalam ajang Kompetisi Coding Nasional 2025 yang digelar Binus University.

Prestasi ini sangat istimewa karena semua peserta adalah siswa SMP dan SMA, sementara Nono masih berstatus siswa SD Negeri Buraen 1.

Sementara itu Angelus baru – baru ini berhasil membawa pulang Lima Medali Perak, dari ajang Liga Matematika Nasional Tahun (LIMAS 2025).

Ia menyambut baik revitalisasi gedung sekolah dengan dana pemerintah pusat.

“Kami kadang anak-anak jalan kaki sampai 7 km (ke sekolah). Di hadapan kita ada ibu Anita Gah. Kadang semua orang bicara enak tapi belum tentu mereka di lapangan. Saya dan teman-teman (kepala daerah) merasakan hal yang sama. Kami mengharapkan revitalisasi. Karena kondisi daerah. Termasuk sinyal jadi masalah. Kita mau program merdeka belajar dengan sistem digitalisasi tapi sinyal tidak ada. Kemarin kami terbantu dengan starlink tapi ini belum menjawab kebutuhan di daerah kami”, urai dia.

Lebih jauh Yos mengatakan, Kabupaten Kupang masuk dalam kategori wilayah 3 T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

“Belum semua daerah terluar itu mendapatkan tunjangan. Kami harap tunjangan khusus ini bisa menjawab daerah-daerah terpencil. Guru-guru mau ke sana tetapi tidak ada tunjangan terpencil. Nah ini yang menjadi catatan penting. Sehingga betul-betul daerah terpencil ini guru-guruya dapat tunjangan”, tegas Yos di hadapan Menteri Pendidikan dasar dan menengah (Mendikdasmen) RI Prof. Dr. Abdul Mu”ti dan jajaran.

Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengatakan, pihaknya selalu memperhatikan usulan perbaikan gedung sekolah yang masuk ke Kementrian termasuk dari NTT.

“Anak belajar di gedung yang nyaris roboh tentu mereka tidak nyaman. Kami mau fisik gedung megah tapi tidak megap-megap. Fisiknya harus menarik orang untuk belajar. Ini yang kami lakukan. Sebagian sudah. Tahun ini revitalisasi kita 11. 744 Satuan Pendidikan sudah dengan anggaran Rp14 triliyun. Kami masih berjuang ada tambahan 60ribu lagi. Kalo anggaran revitalisasi didukung tahun ini lebih banyak lagi”, jelas dia.

“Sekolah rusak di NTT sering viral. Kalo yang begitu kami segera datang dan selesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Karena tidak bisa Indonesia hanya di teropong dari jarak jauh. Pemimpin itu hadir tidak hanya lewat WA. Gedung rusak harus dilaporkan. Kalo dilaporkan bagus tidak dibantu”, ujar dia.

Tentang daerah 3 T Abdul menegaskan, NTT masuk semua kategori.
Ia berjanji akan terus membenahi nasib guru dan tenaga kependidikan dan revitalisasi gedung sekolah di Indonesia khususnya di NTT.

Di akhir sambutannya Abdul menegaskan, secanggih apapun fasilitas, penentu keberhasilan tetap guru. “Guru agen ilmu dan agen peradaban. Guru jadi konselor”, pungkas dia

Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah menegaskan, masih banyak ketimpangan terjadi di dunia pendidikan.

“Kesejahteraan guru harus menjadi perhatian. Juga pelatihan guru harus sesuai kebutuhan di sekolah. Distribusi guru juga belum merata. Terjadi penumpukan tapi kekosongan di tempat lain. Banyak persoalan”, tegas dia.

Mengenai sekolah yang belum mempunyai kepala sekolah ia menyatakan sangat sedih karena kehadirannya sangat penting.

“Sedih ibu Nunuk melaporkan masih ada seribu lebih sekolah belum punya kepala sekolah.

Sangat penting itu. Pak gub tolong liat sekolah mana itu. Dapodiknya pasti berantakan. Itu sudah pasti. Saya bicara sebagai wakil rakyat.

Pak mentri buka saja”, tegas dia.
Dirjen guru dan tenaga kependidikan Nunuk Suryani menyebutkan, dari 5ribu lebih sekolah masih ada seribu lebih yang belum memiliki kepala sekolah.

Ia menambahkan, ke depan guru ASN bisa didistribusikan ke sekolah swasta.

” Juga ke daerah terpencil. Gubernur Bupati bisa lakukan hal ini”, ujar dia.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan akan memperhatikan hal itu.

“KIta akan coba lakukan distribusi guru agar tidak menumpuk di kota. Harap ketika dilakukan tidak banyak WA bupati walikota untuk tidak kasih pindah keluarga. Yang dapat di tempat susah ada insentif khusus. Ini dua saja kesehatan dan pendidikan yang dapat ini”, ujar dia.

Mengenai upaya peningkatan mutu pendidikan di NTT lanjut dia, pihaknya sudah melaunching “gerakan jam belajar” tepat Hari pendidikan nasional.

“Kami sudah launching jam belajar masyarakat.
Jam belajar pukul 16.00-18.00 kami harap kita fokus kasih ruang untuk anak bisa belajar”, pungkas Gubernur.

Kegiatan rakor diwarnai penampilan siswa SMAN 3 Kupang dengan sebuah lagu berjudul “Rukun bersama teman” karangan Mendikdasmen RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti. (Sintus).

  • Bagikan