Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

KO Tercepat, Jefri Hitarihun Ukir Sejarah

Jefri Hitarihun petinju asal Naokolan Boxing Camp yang menghajar Yoram Seran dan Nanosain Boxing Camp KO dalam waktu 20 detik.
Jefri Hitarihun petinju asal Naokolan Boxing Camp yang menghajar Yoram Seran dan Nanosain Boxing Camp KO dalam waktu 20 detik.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Sorak-sorai penonton membahana di Taman Nostalgia Kupang, Minggu malam (31/8), saat Jefri Hitarihun, petinju amatir asal Naikolan Boxing Camp, mencatatkan kemenangan sensasional.

Hanya dalam waktu 20 detik, Jefri sukses merobohkan lawannya, Yoram Seran dari Namosian Boxing Camp, lewat sebuah pukulan telak di kelas 48 kilogram.

Kemenangan kilat itu menjadi yang tercepat sepanjang sembilan tahun perjalanan karier Jefri di ring tinju.

Lebih istimewa lagi, prestasi ini diraih ketika ia sudah lima tahun absen dari gelanggang, sekaligus membuktikan bahwa semangat juang tidak pernah pudar dimakan usia.

“Ini kemenangan yang sangat berarti, bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk instansi tempat saya bekerja dan masyarakat Kota Kupang,” ujar Jefri dengan wajah berbinar.

Jefri mengaku kemenangannya benar-benar di luar dugaan.
“Secara mental dan teknik saya sudah fakum hampir lima tahun. Lawan saya pun lebih muda dengan kemampuan luar biasa. Tapi syukur kepada Tuhan, saya justru bisa menutup pertarungan ini hanya dalam 20 detik,” katanya.

Meski hanya bertajuk sparing dalam ajang pencarian bibit unggul menuju PON 2028, kemenangan ini dianggap Jefri sebagai anugerah besar. “Saya ingin membuktikan, semangat tidak pernah mengenal usia,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, yang hadir langsung di arena, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

“Keberhasilan Jefri Hitarihun malam ini menjadi kebanggaan kami di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Dalam 20 detik ia menunjukkan kerja keras, disiplin, dan semangat juang luar biasa. Ini bukan sekadar kemenangan pribadi, tapi motivasi bagi generasi muda Kupang untuk berani berprestasi,” tegas Djami.

Pertandingan ini merupakan bagian dari agenda Pencarian Atlet Berbakat yang digelar Pertina NTT bersama Pemkot Kupang.

Dari 23 partai yang dipentaskan, duel Jefri kontra Yoram menjadi sorotan utama dan menyedot ribuan penonton, termasuk para ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Bagi publik tinju NTT, Jefri bukanlah nama asing. Ia pernah turun di Pra-PON serta mewakili NTT dalam kejuaraan internasional di Labuan Bajo. Namun KO 20 detik ini menjadi catatan emas tersendiri dalam perjalanan kariernya. (goe).

  • Bagikan