Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dubes Australia Dukung Pengembangan Cricket Berkelanjutan

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, bersama Pengurus PCI NTT dan atlet cricket di Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang, Sabtu (1/8/2026).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, mengapresiasi perkembangan pembinaan olahraga cricket di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat mengunjungi Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, semangat para atlet muda serta kemajuan pembinaan cricket di daerah menjadi bukti bahwa kerja sama Indonesia dan Australia telah memberi dampak nyata bagi pengembangan olahraga.

Kunjungan di kompleks Stadion Oepoi, Kota Kupang, itu menjadi bagian dari penguatan kemitraan kedua negara melalui sektor pendidikan, kepemudaan, dan olahraga.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Australian Volunteers Program (AVP) yang sejak 2017 menempatkan tenaga relawan di berbagai daerah, termasuk NTT, untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

“Kami sangat senang dapat berkunjung ke SKO Flobamorata. Kunjungan ini mencerminkan eratnya hubungan Australia dan Indonesia melalui kemitraan yang dibangun lewat Australian Volunteers Program,” kata Brazier.

Ia mengaku terkesan melihat antusiasme para siswa yang mengikuti pembinaan cricket.

Menurutnya, semangat berlatih yang ditunjukkan para atlet muda merupakan modal penting untuk melahirkan prestasi pada tingkat nasional maupun internasional.

Brazier.juga menyampaikan penghargaan kepada Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PCI), Pengurus Provinsi PCI NTT, serta seluruh mitra yang mendukung penempatan pelatih asal Australia, Nicolene Snyman, melalui AVP.

Kehadiran pelatih tersebut dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kualitas latihan, pembinaan pelatih, dan pengembangan atlet usia muda di NTT.

“Melalui pertukaran pengetahuan, pendampingan pelatih, dan pembinaan atlet usia dini, saya percaya hubungan Australia dan Indonesia akan terus menghasilkan manfaat bagi perkembangan cricket di kedua negara,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia, Albert W. Aldrian Tangkudung, mengatakan keberadaan SKO Flobamorata menjadi investasi penting bagi masa depan cricket nasional.

Kehadiran sekolah olahraga, menurut dia, membuka ruang pembinaan atlet secara berkelanjutan sejak usia muda.

“Saya berharap adik-adik di SKO terus berlatih dengan disiplin sehingga kelak semakin banyak yang memperkuat Tim Nasional Indonesia. Ini menjadi dukungan nyata bagi olahraga pendidikan, olahraga prestasi, sekaligus pengembangan sport tourism di NTT,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi PCI NTT, Inche D.P. Sayuna, menjelaskan, perkembangan cricket di NTT tidak terlepas dari hubungan panjang dengan Australia yang dimulai sejak pembinaan oleh Bruce Christie pada 2008.

“Kini cricket telah menjadi salah satu cabang olahraga prioritas di NTT dengan capaian yang terus meningkat”, ujar Sayuna.

Menurut Inche, selain melahirkan atlet tim nasional, pembinaan cricket di NTT juga menghasilkan pelatih-pelatih yang kini bertugas di berbagai daerah di Indonesia.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Australia atas dukungan melalui Australian Volunteers Program yang menghadirkan Nicolene Snyman sebagai pelatih di SKO Flobamorata selama enam bulan.

“Kehadirannya memberikan dampak yang sangat positif terhadap peningkatan kualitas teknik dan pembinaan atlet. Kami berharap masa penugasannya dapat diperpanjang, bahkan jika memungkinkan ditambah satu relawan lagi untuk memperkuat persiapan NTT menuju PON 2028,” ujarnya.

Ince menambahkan, PCI NTT berencana menggelar turnamen persahabatan internasional yang melibatkan Indonesia, Australia, Timor-Leste, dan India pada Juli 2027. Inche berharap Duta Besar Australia dapat kembali hadir untuk meresmikan stadion sekaligus membuka turnamen tersebut.

Kunjungan Duta Besar Australia ke SKO Flobamorata menjadi penegasan, diplomasi olahraga tidak hanya mempererat hubungan kedua negara, tetapi juga membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari NTT yang mampu bersaing di tingkat internasional. (goe).

  • Bagikan