VATICAN, FLOBAMORA-SPOT — Di tengah dunia yang kian dikuasai gemerlap materi dan haus kuasa, Gereja Katolik menghadirkan wajah yang berbeda melalui sosok Paus Leo XIV.
Pemimpin tertinggi Gereja ini memilih tampil dengan kesederhanaan, menghadirkan Gereja yang dekat dengan umat kecil dan setia berpihak pada yang lemah.
Julukan “Santo dari Utara” lahir dari pengakuan umat yang melihat keseharian Paus sebagai cermin iman yang membumi.
Dua puluh empat tahun hidup di tengah masyarakat miskin Peru telah menempanya untuk mendengar keluhan, berbagi penderitaan, dan melayani tanpa pamrih.
Kini, meski memimpin dari Vatikan, Paus Leo XIV tetap konsisten menolak jarak.
Ia sederhana dalam tutur, apa adanya dalam gaya hidup, dan tegas menunjukkan bahwa kemuliaan sejati Gereja bukanlah pada kemegahan. Melainkan dalam keberanian untuk hidup setara dengan umat.
Kesaksian hidup ini menjadi cermin bagi umat Katolik sejagat: iman sejati terletak pada kesediaan hati untuk rendah, peduli, dan hadir bagi sesama.
Teladan Paus Leo XIV mengundang seluruh umat untuk menimba inspirasi: sederhana dalam hidup, tulus dalam pelayanan, dan setia berpihak pada yang lemah. (Gregorius Takene).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




