Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Katekese Umat Stasi Bello Bersama Santo Agustinus Kembali Kepada Bapa

RD. Patris Allegro bersama umat Stasi Bello usai Katekese.

KUPANG FLOBAMORA-SPOT — Menjelang perayaan pesta pelindung Stasi Santo Agustinus Bello yang jatuh pada 28 Agustus, umat kembali disapa dengan sebuah katekese iman yang menggugah hati.

Bertempat di Kapela Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, umat berkumpul dalam suasana khidmat untuk mendengarkan pencerahan dari Romo Patrisius Neonub, Pr, dosen Fakultas Filsafat dan Teologi UNWIRA Kupang.

Dengan tema “Bersama Santo Agustinus Pulang ke Rumah Bapa,” Romo Patris menghadirkan sebuah ajakan rohani yang dalam: meneladani perjalanan iman Santo Agustinus sebagai cermin bagi setiap orang beriman.

Iman yang Dihidupi. 

Mengawali perjumpaan, Romo Patris memperkenalkan dirinya dengan rendah hati.

Ia menegaskan, iman tidak boleh berhenti pada kebiasaan formalitas dan rutinitas belaka.
“Banyak orang rajin datang ke gereja, tetapi hanya sebatas hadir, tanpa sungguh mencari makna yang mendalam. Padahal, iman itu butuh dihidupi, bukan hanya dirayakan,” tegasnya.

Ia menekankan, hidup beriman harus lahir dari keseharian, dimulai dari keluarga.
“Keluarga adalah sekolah pertama iman. Makan bersama bukan sekadar soal kenyang, tetapi kesempatan untuk saling berbagi, mendengar, dan menanamkan iman akan Allah yang hadir di tengah keluarga,” tambahnya.

Belajar dari Agustinus. 

Menggali perjalanan hidup Santo Agustinus, Romo Patris menekankan bahwa iman seringkali lahir melalui pergulatan.

Agustinus muda yang cerdas dan haus ilmu pernah meninggalkan Allah demi kebanggaan duniawi. Namun, doa tak henti dari ibunya, Santa Monika, akhirnya menuntun dia pulang.

“Kisah Agustinus menyerupai perumpamaan anak yang hilang. Ia pernah jauh dari Bapanya, sombong dengan ilmunya, tetapi akhirnya sadar bahwa rumah Bapa adalah tempat sejati untuk menemukan damai,” tutur Romo Patris.

Ia menambahkan, ketenangan sejati tidak terletak pada pengetahuan akademik semata, melainkan dalam perjumpaan dengan Allah.
“Rumah Bapa adalah rumah evangelisasi. Di situlah kita semua dipanggil kembali, disambut dengan lembu tambun, sebagai tanda sukacita Allah bagi anak yang pulang,” jelasnya sambil merujuk pada Injil Lukas.

Pulang ke Rumah Bapa. 

Menutup katekese, Romo Patris mengajak umat untuk menjadikan perayaan pelindung Santo Agustinus sebagai momentum pertobatan.

“Allah adalah sumber kehidupan yang memerdekakan. Maka, seperti Santo Agustinus, mari kita pulang ke rumah Bapa. Sebab hanya di sana ada damai sejati,” ujarnya dengan nada penuh peneguhan.

Apresiasi Pastor Paroki. 

Pastor Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, Romo Longginus Bone, Pr, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Saya berterima kasih kepada panitia yang sudah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. Dan terlebih kepada Romo Patris yang di tengah kesibukannya berkenan hadir. Kehadirannya adalah berkat bagi umat Bello,” ucapnya.

Katekese ini menjadi pengingat bahwa pesta pelindung bukan sekadar sebuah perayaan liturgis, tetapi sebuah undangan untuk memperdalam iman. Dengan meneladani Santo Agustinus, umat diajak untuk tidak hanya mengenang, melainkan meniru semangat pertobatan dan kerinduan untuk selalu kembali kepada Allah.

Dengan demikian, pesta pelindung Stasi Santo Agustinus Bello tahun ini tidak hanya menjadi perayaan syukur. Melainkan juga sebuah perjalanan iman bersama, menuju rumah Bapa, sumber damai sejati. (goe).

  • Bagikan