Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

SMGM Hadir Untuk Melanjutkan Semangat Pelayanan Gabriel Manek, Bagi Yang Tersisih

KUPANG FLOBAMORA-SPOT — Organisasi awam religius Sahabat Mgr Gabriel Manek (SMGM) Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk melanjutkan semangat pelayanan almarhum Uskup Mgr Gabriel Manek, SVD.

Semangat ini harus menyatakan dalam karya bagi orang kecil, miskin, terpinggirkan, dan orang sakit di seluruh dunia.

Dr. Bele Antonius, salah satu pengurus besar SMGM Indonesia dan dunia, menjelaskan, SMGM hadir sebagai sebuah wadah pelayanan umat Katolik yang berakar pada spiritualitas dan teladan hidup Mgr Gabriel Manek, SVD, Uskup pertama asal Keuskupan Atambua.
Organisasi ini berawal dari prakarsa para Suster Putri Reinha Rosari (PRR) yang kemudian berkembang dan diakui keberadaannya di berbagai keuskupan di dunia.

“SMGM adalah organisasi religius awam yang menghidupi semangat pengabdian Mgr Gabriel Manek, SVD. Dalam statuta kami ditegaskan, seluruh karya pelayanan SMGM diarahkan bagi mereka yang miskin, kecil, terpinggirkan, dan sakit. Kami mau hadir sebagai tanda kasih Kristus di tengah dunia,” ungkap Dr. Bele Antonius.

Lebih jauh, ia menekankan, tata nilai pelayanan SMGM berlandaskan pada prinsip 5M, yang menjadi pegangan setiap anggota komunitas.

* Mengunjungi – setiap sahabat Mgr Gabriel Manek dipanggil untuk hadir secara nyata bagi keluarga atau pribadi yang membutuhkan. Kunjungan menjadi bentuk prioritas pelayanan.

* Mendengarkan – dalam setiap kunjungan, anggota SMGM diajak membuka hati, mendengarkan suka-duka mereka yang ditemui dengan penuh kesabaran dan perhatian.

* Menyentuh – pelayanan kasih diwujudkan dengan kehadiran yang dekat, hangat, dan bersahabat, sehingga mereka yang dikunjungi merasa diterima dan terhibur.

* Menghibur – SMGM membawa sukacita dan harapan baru bagi hati yang sedang susah, terluka, atau sakit. Kehadiran sahabat-sahabat ini hendak menyalakan semangat hidup.

* Mendoakan – setiap kunjungan diakhiri dengan doa bersama, memohon rahmat dan berkat Tuhan agar keluarga yang dilayani dikuatkan dalam iman dan kasih.

Prinsip 5M tersebut dirangkum dalam motto SMGM: “Melayani dengan Sepenuh Hati.”

Menurut Dr. Bele, semangat pelayanan ini bukan hanya tugas rohani semata, melainkan juga panggilan hidup setiap anggota untuk menghadirkan wajah Gereja yang penuh kasih.

“SMGM bukan sekadar organisasi, melainkan sebuah gerakan kasih. Kami percaya bahwa dengan melayani sepenuh hati, kami meneruskan jejak Mgr. Gabriel Manek dan menjawab kebutuhan Gereja serta dunia,” ujarnya.
Kehadiran SMGM di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia diharapkan semakin menjadi oase kasih dan harapan bagi mereka yang tersisih. Sekaligus memperkaya karya Gereja Katolik dalam perutusannya di tengah umat manusia. (goe).

  • Bagikan