KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — “Kolaborasi antara masyarakat, gereja dan pemerintah penting dalam merawat, menjaga dan menyelamatkan ekosistim alam. Membangun kerjasama dengan masyarakat serta gereja dalam upaya penyelamatan iklim maupun ekosistim alam seperti hutan dan lingkungan hidup di sekitar Kelurahan Bello Kota Kupang bukan saja sebagai paru-paru lingkungan tetapi juga bagi setiap ekosistim juga pohon dapat menyediakan air tanah dalan waktu panjang”.
Demikian disampaikan Donatus Manehat Ketua Dewan Stasi Santo Agustinus Bello Kota Kupang saat melepas peserta Ekowisata sehari di Bello Senin pagi (31/3/2025).
Meskipun acara dikemas secara sederhana, dengan melibatkan anak-anak SEKAMI dan OMK serta sejumlah umat namun cukup berkesan.
Kegiatan ekowisata itu di kemas dalam bentuk penanaman puluhan anakan pohon beringin di dua sumber mata air Kelurahan Bello Kota Kupang, yakni sumber mata air Oel Naipaut dan Oel Naineno.
Kegiatan meskipun sederhana namun diyakini akan mendatangkan banyak manfaat bagi kehidupan ekosistim alam sekitar sumber mata air dimaksud.
Kegiatan itu mendapat tanggapan positif dari Lurah Kelurahan Bello.
Melalui sekretaris Lurah Denni Paty kepada media ini menyampaikan berlimpah terimakasih secara khusus kepada tokoh umat dan segenap umat Katolik stasi Bello paroki Santo Farnsiskus dari Asisi Keuskupan Agung Kupang yang telah menaruh perhatian terhadap kondisi ekosistim alam di Bello dengan mengadakan penanaman kembali.
“Yang pertama tentu sebagai pihak pemerintah patut menyampaikan berlimpah terimakasih kepada pimpinan dan tokoh gereja Katolik Bello Keuskupan Agung Kupang yang telah menaruh perhatian terhadap alam ekosistim di sini”, tandasnya.
Denni Paty menambahkan, kolaborasi ini sangat penting dalam upaya menyelamatkan ekosistim alam yang ada di sekitar kita sebagai sumber kehidupan semua makluk hidup.
Seraya berharap, gerakan ini mesti terus digaungkan di semua tempat di Kelurahan Bello dan Kota Kupang pada umumnya.
Ketua Kelompok Umat Basis (KUB) Santa Maria Virgo Stasi Bello Johny Manehat menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk Aksi nyata umat setelah mengikuti Katekese, karena hal ini sejalan dengan Aksi Pembangunan Puasa (APP) Gereja Katolik tahun 2025. Yang mana tema APP tahun 2025 adalah “Kepedulian Lebih Kepada sesama dengan segala ciptaan-Nya.
“Dalam konteks ini, umat Katolik diajak untuk kembali menjalin hubungan yang benar dengan Tuhan, dengan satu sama lain, dan dengan seluruh ciptaan yang ada di alam semesta,” ucap Johni.
Selain tema tersebut, menurutnya Keuskupan Agung Kupang juga menyampaikan pesan-pesan lain dalam APP 2025, seperti,
Pertobatan Ekologis Peziarahan Pengharapan Dalam Tahun Yubelium.
“Sehingga aksi nyata yang kami lakukan hari ini sebagai bentuk mengasihi dan merawat lingkungan dengan menanam anakan beringin di dua sumber mata air yang ada di Bello,” tambahnya.
Sementara itu, Goris Takene selaku Ketua RW 003 Kelurahan Bello mengatakan, Perkembangan yang terjadi saat ini, adanya perubahan iklim yang sangat signifikan, karena itu masyarakat dan segenap lembaga dituntut ikut serta terlibat aktif menjaga lingkungan dengan baik.
“Apabila terjadi kerusakan lingkungan, maka sudah pasti akan berdampak buruk bagi keberadaan manusia itu sendiri. Masyarakat adat di Bello selama ini menjadi penjaga alam lingkungan Bello kini tergeser oleh pesatnya pembangunan dunia. Dengan hadirnya lahan berubah menjadi perumahan di sejumlah tempat, telah menghilangkan fungsi hutan sehingga perlu perawatan dari sekarang,” tandas Goris. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




