OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT —- Peristiwa tragis kembali terjadi di wilayah Kupang Barat. Seorang warga bernama Yafet Maak (50), warga Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, diterkam buaya saat sedang memanah ikan di Kolam Dekat Perairan Salupu, Desa Lifuleo, pada Jumat (28/2) malam.
Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata S.I.K., M.H melalui Kapolsek Kupang Barat Iptu Syamsudin Noor membenarkan kejadian tersebut.
” Ya tadi malam. Sudah ditangani pihak medis RSUP Ben Mboi, ” terangnya.
Iptu Syamsudin menguraikan, kejadian ini bermula ketika korban bersama tiga rekannya, Jeky Muskananfola, Agustinus A. Lodan, dan Jefri Ariyanto Lai, berangkat dari rumah sekitar pukul 20.00 WITA menuju Kolam Salupu untuk memanah ikan.
Setibanya di lokasi, mereka berpencar untuk berburu ikan.
Korban bersama Jeki Muskananfola, sementara dua rekan lainnya berada di area yang berbeda. Sekitar pukul 22.00 WITA, saat korban tengah membidik ikan, seekor buaya tiba-tiba menerkam dan menggigitnya di bagian kaki kanan.
Korban langsung berteriak meminta pertolongan.
Jeki Muskananfola yang berada di dekat korban segera bergegas mendekat dan mencoba menyelamatkan korban dengan memukul buaya menggunakan kayu panah.
Usaha ini berhasil membuat buaya melepaskan gigitan, sehingga korban dapat dievakuasi keluar dari kolam.
Sekitar pukul 23.00 WITA, korban dibawa pulang ke rumahnya di Desa Sumlili.
Atas kesepakatan keluarga, korban kemudian dilarikan ke RSUP dr. Ben Mboi Kupang sekitar pukul 24.00 WITA untuk mendapatkan perawatan medis.
Setibanya di IGD RSUP dr. Ben Mboi Kupang pada pukul 01.00 WITA, korban langsung ditangani oleh tim medis.
Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka gigitan di lengan kanan, patah tulang lengan kanan, luka di paha kanan, luka gigitan dari telapak kaki kanan hingga betis, luka gigitan di betis kaki kiri, dan luka di telapak tangan dan jari kelingking kiri.
Saat ini, korban sedang menjalani operasi di ruang operasi RSUP dr. Ben Mboi Kupang.
Menurut informasi yang dihimpun, lokasi kejadian memang dikenal sebagai habitat buaya dan sudah beberapa kali terjadi serangan terhadap warga.
Meski demikian, masyarakat setempat masih tetap melakukan aktivitas mencari ikan di area tersebut karena menjadi salah satu sumber mata pencaharian utama mereka.
Mereka mengabaikan himbauan yang diterbitkan pemerintah seperti papan himbauan yang terpasang di lokasi tersebut.
Mengacu pada insiden yang berulang, warga diimbau untuk lebih berhati-hati atau menghindari perairan Salupu terutama pada malam hari.
Pemerintah setempat diharapkan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti pemasangan rambu peringatan atau pelarangan aktivitas perikanan di area yang berisiko tinggi diterkam buaya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bahaya yang mengintai di alam sekitar, terutama di wilayah yang dikenal sebagai habitat buaya. (Ss).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




