OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Bupati Kupang dan Wakil Bupati Kupang ingin meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) di masa kepemimpinannya. Untuk mendukung rencana itu maka perlu dibentuk 6 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kadis Peternakan Pandapotan Siallagan yang ditanya mengenai hal ini menyayakan siap mendukung rencana tersebut.
“Saya dengar itu ada 6 BUMD baru yang akan dibentuk. salah satu di bidang peternakan. Ya kami prinsipnya pasti mendukung. Sesuatu yang baik kalau dibentuk suatu perusahan daerah khusus di bidang ternak. Kami mengikuti saja arahan dari beliau untuk melakukan kemitraan dengan BUMD, selaku perusahaan daerah yang mengatur aktivitas di bidang peternakan”, ujar Siallagan di Oelamasi, Senin (17/2/25).
Menurut dia, solusi kepala daerah itu penting untuk mengatasi efisiensi anggaran yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
“Daerah diminta untuk rasionalisasi dan efisiensi anggaran APBD Tahun 2025 sesuai instruksi presiden. Prinsipnya karena ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan anggaran yang besar. Sehingga, kalo ada solusi dari Bupati Wakil Bupati Kupang untuk hadirkan BUMD, sangat baik”, kata dia.
Menurut dia, ada program yang dipending sementara menunggu biaya untuk dieksekusi.
“Programnya, ada. Diberi bintang. Jika ada uang untuk membiayai kegiatan tersebut baru bisa dieksekusi. Karena kita gunakan PAD. Kalo PAD tercapai program itu bisa jalan. Kalo tidak tercapai pasti tidak ada biaya, untuk mendanai kegiatan itu”, tambah dia.
Siallagan menjelaskan, ada beberapa program yang mengalami sinkronisasi dengan program Bupati wakil Bupati periode 2025-2030 mengikuti visi misi Kepala Daerah.
“Ada, karena pak Bupati orang visioner yang cendrung melihat kepentingan masyarakat banyak”, ujar dia.
Apa saja program yang dijalankan disnak di tahun 2025 pak Kadis?
“Salah satu program yang masih kita, dorong adalah program pengembangan inseminasi buatan (IB). Mau meningkatkan populasi dalam hal kuantitas, kwalitas juga supaya ternak itu bisa menghasilkan nilai tambah. Selama ini kan sapi lokal itu cendrung kecil-kecil. Perkawinan antar sesama kwalitasnya tidak baik malah menurun. Jadi diintroduksi bibit bibit cross itu, untuk menghasilkan jenis yang besar”, terang dia.
“Kita juga terus mendorong bagaimana memanfaatkan RPH kita menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk meningkatkan PAD. Ya produktiflah. Karena sementara RPH kita dalam keadaan tidak aktif karena sarana prasarana sudah rusak. Dan itu kami sampaikan ke pak Bupati terpilih. Nanti kalau beliau sudah dilantik kita sampaikan lagi. Waktu itu saya sudah sampaikan di pertemuan di rumah jabatan walikota. Itu bisa digunakan oleh investor untuk usaha daging beku”, urai dia.
Lalu bagaimana populasi sapi di Kabupaten Kupang?
“Sebenarnya kalau populasi itu kita stabil malahan naik sedikit karena kita perketat keluarnya ternak. Itu mengacu pada Pergub 52 tahun 2023 itu, dimana berat sapi yang harus dikeluarkan itu 275 kg per ekor kalau diantarpulaukan. Memang tahun lalu ada kuota 14 ribu tapi yang tercapai hanyak 7 ribuan karena kendala. Tidak ada syarat tapi memang sapi kecil kecil. Kalau sapi induk memang selama ini ada pemotongan tapi populasinya kita tetap jaga. Secara jumlah itu memang tetap stabil. Kalau jumlah populasi dari 308 ribu sampai 314 sesuai data tahun lalu. Jadi kita memang mengembangkan peternakan itu dengan program ini (IB) supaya kita bisa bersaing dengan dari luar juga’, pungkas dia. (Sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




