OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Hujan deras pada Jumat hingga Sabtu (8/2/25) di Kecamatan Amfoang Tengah menimbulkan banjir, membuat struktur tanah labil dan terjadi longsor di mana-mana.
Longsor terjadi di sejumlah titik di dua desa, yakni desa Fatumonas dan desa Bitobe. Desa Bitobe Dusun 1 Sonan menjadi wilayah terdampak paling parah.
Data sementara mencatat 31 unit rumah tertimpa longsor, dan 35 Kepala Keluarga (KK) masih terjebak di lokasi longsor.
Sementara itu, di Desa Fatumonas, satu unit Sekolah Dasar roboh akibat tertimpa tanah longsor.
Camat Amfoang Tengah, Yudin Bureni, membenarkan kejadian ini saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
“Peristiwa tersebut terjadi sejak Sabtu kemarin. Saat ini, 31 KK telah dievakuasi ke Gereja GMIT Pos Pelayanan Bioba Baru, sementara 35 KK lainnya masih terisolir di lokasi longsor,” ujar Yudin, Senin (10/2) pagi.
Ia menambahkan, proses evakuasi masih berlangsung dan gagal mengevakuasi warga yang terjebak.
“Kami khawatir curah hujan yang terus meningkat dapat memperparah kondisi longsor, sehingga keselamatan warga menjadi prioritas utama. Selain merusak rumah warga, bencana ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur ruas jalan menuju Desa Bitobe. Jalan menuju lokasi terdampak longsor parah, sehingga akses bantuan menjadi sulit. Tim tanggap darurat yang terdiri dari BPBD, Dinas PMD, Dinas Sosial, Dispenda, Polsek Amfoang Selatan, serta beberapa organisasi gereja telah diterjunkan untuk membantu evakuasi sejak kemarin,” jelasnya.
Dia mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
“Curah hujan yang tinggi masih berpotensi menyebabkan longsor tambahan. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika situasi tersebut keselamatan masyarakat,”tutup Udin.
Tidak hanya merusak pemukiman warga, longsor juga mengancam fasilitas pendidikan di beberapa wilayah di Kabupaten Kupang.
Berdasarkan data yang dikumpulkan media Kupang berita. Com pada Senin (10/2), dua sekolah di Kecamatan Takari mengalami kondisi kritis akibat longsor yang hampir mendekati pondasi sekolah.
Di SDN Bokong 2, Kecamatan Takari, tanah longsor kini hanya berukuran satu meter dari pondasi gedung sekolah.
Kepala sekolah, Imanuel Nomleni, mengaku khawatir terhadap keselamatan warga sekolah.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, namun hingga kini belum ada tanggapan pasti mengenai langkah yang akan diambil,” ujarnya.
Sementara itu, SMAN 2 Takari di Desa Tanini juga mengalami kerusakan akibat longsor.
Gedung laboratorium sekolah tersebut ambruk rata dengan tanah. Beruntung, kejadian ini tidak ada korban jiwa.
Warga diimbau untuk tetap siaga dan mengikuti arahan dari pihak yang berwenang untuk menghindari korban jiwa. Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama BPBD dan pihak terkait masih melakukan koordinasi untuk menyalurkan bantuan logistik dan memastikan keselamatan serta layanan kesehatan terhadap para korban. (Makson/sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




