Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kok Bisa !? Orangtua Bertikai, Anak Kena Potong, Nyawa Tak Tertolong

Foto: ilustrasi.

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Entah kata apa yang pas untuk disematkan pada suami istri di Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.

Deningsi Bano Beti (27) dan suaminya Kornalius Marion Bano (25) warga 08 RW 04 Desa Soba, harus kehilangan, seorang anak berusia 1,7 tahun karena kena sabetan parang dari sang ibu yang sedang kalap Senin (13/1/25).
Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H melalui Kasat Reserse dan Kriminal Polres Kupang AKP Yeni Setiono, S.H membenarkan kejadian tersebut.

“Benar. Kejadiannya di Desa Soba Kecamatan Amarasi Barat kemarin malam. Kami sudah lakukan penyelidikan, dan sore tadi sudah dilakukan outopsi jenasah korban, ” terang dia Selasa (14/1/25).

Masih menurut AKP Yeni, kejadian bermula saat Kornalius meninggalkan rumah selama 11 hari sejak 3 Januari 2024, memilih tinggal di rumah saudaranya, Anita Bano, karena perselisihan dengan istrinya, Deningsi. Pada Senin (13/1) sore, Kornalius kembali ke rumahnya dan langsung terlibat percekcokan dengan Deningsi. Pertengkaran semakin memanas ketika terjadi pelemparan sandal dan penamparan oleh Kornalius.

Deningsi yang semakin marah, berusaha mengambil parang dengan maksud melukai Kornalius. Dalam kondisi ruangan yang gelap, Kornalius yang saat itu sedang menggendong anak mereka, Fera Kristin Junia Bano, berusaha menghindar. Namun, sabetan parang Deningsi justru mengenai kedua kaki anak mereka hingga terluka parah.
Kornalius segera merebut parang dari tangan Deningsi dan membuangnya.

Ia kemudian bergegas membawa anaknya ke Puskesmas Baun untuk mendapatkan pertolongan. Meski sempat sadar, Fera Kristin Junia Bano akhirnya menghembuskan napas terakhir pada pukul 04.00 WITA.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta-fakta di balik tragedi ini. Sedangkan terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Kupang untuk dilakukan pemeriksaan. (Ss).

  • Bagikan