Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pastor Paroki Kolhua, Umumkan Ketua Stasi Bello Dan Ketua Wilayah

Pastor Paroki & rekan-rekan pastor bersama Ketua Stasi terpilih dan pengurus inti terpilih serta pengurus Wilayah yang baru.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua Keuskupan Agung Kupang RD Longginus Bone mengumumkan Ketua Stasi Bello, dan Ketua Wilayah yang baru.

Pengumuman itu disampaikan dalam perayaan misa syukur awal tahun Rabu sore, (1/1)25) yang dirangkai dengan perayaan HUT Paroki yang ke-10.

Sebelum pengumuman proses diawali melalui penjaringan nama calon penggurus, yang mana nama-nama pengurus Inti stasi dimaksud termasuk pengurus wilayah diusulkan dari setiap Kelompok Umat Basis (KUB) kepada pastor paroki. Dari nama-nama yang ada secara internal pastor paroki akan mendoakan lalu memilih pengurus yang terbaik guna membantu pelayanan liturgis gereja sesuai tradisi gereja Katolik.

Sekretaris Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua Sonny Tokan sebelumnya mengatakan, semua proses sesuai tradisi gereja katolik sebab memiliki peran penting dalam membantu dan memperlancar pelayanan tugas liturgis gereja yang dilakukan imam atau kaum tertahbis. Sehingga peran awam sebagai kaum terbaptis sangatlah penting dalam pelayanan gereja kepada umat.

“Tugas kaum awam dalam Gereja Katolik adalah menjadi rasul-rasul yang mewartakan karya keselamatan Kristus kepada dunia. Kaum awam diharapkan untuk – Menghadirkan dan mengaktifkan gereja di berbagai sektor kehidupan dunia, – Membantu mengubah masyarakat agar serupa dengan Kristus Yesus,
-Mengaktualisasikan imannya dalam hidup sehari-hari,
– Melibatkan diri dalam berbagai prakarsa di bidang ekonomi, sosial, legislatif, eksekutif dan budaya,” jelasnya.

Pengurus inti Stasi Santo Agustinus Bello yakni Ketua Stasi Donatus Yosep Manehat
Wakil Ketua Paul Pare
Sekretaris Kris Ipin dan Kaytanus Korbafo, Bendahara Kristina Noni.

RD, Longginus juga mengumumkan sembilan orang ketua wilayah yang baru di stasi Bello.

“Sebelum pelantikan saya memberikan kesempatan selama satu bulan kepada pengurus inti untuk menyusun formatur seksi-seksi guna melengkapi struktur kepengurusan untuk masa bakti 2025-2029”, tutup dia. (goe).

  • Bagikan