Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ruas Jalan Kapsali — Amfoang Longsor, Transportasi Kembali Lumpuh Total, Ini Dampaknya

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Ruas Jalan Kapsali di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur kembali terputus. Ini terjadi setelah wilayah itu diguyur hujan dan banjir satu pekan terakhir. Jalur Jalan Kapsali Manubelon merupakan satu-satunya jalan penghubung utama.

Putusnya jalan di ujung jembatan kapsali tersebut, akibat longsor sejauh kurang lebih 25 meter.
Kondisi itu mengakibatkan akses untuk kendaraan besar maupun kecil putus total, akibatnya kegiatan ekonomi warga diakhir tahun menjadi terganggu.

Andry Adoe (28) salah satu sopir pickup warga Manubelon yang dihubungi media ini Minggu siang 29 Desember 2014 membenarkan adanya kondisi lumpuhnya jalan itu.

Jalan Kapsali di Desa Manubelon menurut Andry, merupakan satu-satunya jalan alternatif terdekat yang sering digunakan warga maupun bis untuk ke Amfoang Barat Laut dan Amfoang Utara.

“Kalau jembatan Kapsali sudah rusak diterjang banjir sejak dua tahun lalu, tetapi jalan longsor di Kapsali baru saja terjadi Sabtu, 28 Desember 2024 akibat hujan satu pekan terakhir. Jalur jalan kapsali merupakan satu-satunya alternatif terdekat menghubungkan Amfoang Barat Laut dan Amfoang Utara,” jelas Andry.

Masih menurut dia, warga yang hendak menyeberang terpaksa menggunakan jasa warga sekitar dengan berjalan kaki menyeberangi kali dengan biaya dalam jumlah tertentu.

Akibat terputusnya jalan Kapsali itu saat ini kendaraan Besar seperti Bus maupun truk yang hendak ke Oepoli maupun ke Amfoang Barat Laut maupun Utara terpaksa berputar jauh melewati Eban TTU yang jaraknya cukup jauh.

Sementara itu, Magdalena Manoh(44) warga sekitar mengatakan kondisi itu sudah berulang kali setiap tahunnya sehingga warga sudah menjadi terbiasa. Namun demikian ia berharap kondisi itu segera teratasi guna memperlancar arus transportasi warga sekitar Amfoang Barat Laut maupun Amfoang Utara.

“Ini jalan utama, Amfoang sudah menjadi hal biasa setiap tahun, tetapi ini sudah mengganggu transportasi ekonomi warga menjadi terganggu apalagi suda akhir tahun ini,” ujar Manoh.(goe)

  • Bagikan