Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Terkait Program WC Sehat, Tonce Teuf Sebut Satu Unit 12 Juta, Nainatun Bilang Hanya 9 Juta Lebih, Kok Bisa ?

Inilah septic tank milik keluarga Yuni Nainatun warga Desa Besmarak. diabadikan Kamis (17/10).
Inilah septic tank milik keluarga Yuni Nainatun warga Desa Besmarak.
diabadikan Kamis (17/10).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT – Pemerintah pusat tahun 2024 mengalokasi dana RP7 Milyar lebih untuk belanja program WC Sehat di wilayah Kabupaten Kupang.

Kepala Dinas Perumahan Kabupaten Kupang Tonce Teuf mengatakan, besaran dana untuk satu unit WC sehat sebesar RP12 juta.

 

“Anggarannya dari pemerintah pusat. Dana Alokasi Khusus. Dana 7 milyar lebih. 1 unit 12 juta. Prospeknya sudah 36 persen. PPK lebih tau kk. Nanti mereka jelaskan”, ujar Teuf, Rabu (16/10).

Menurut dia, program tersebut ada di 11 desa di beberapa kecamatan di seluruh kabupaten Kupang.

“Dikerjakan secara swakelola, mulai Juni 2024”, ucap dia.

 

Ia mengatakan Pemerintah pusat menawarkan dua bentuk yakni WC Beton dan WC plastik.

 

“Kementrian kasih dua pilihan. Septic tank plastik atau Beton. Masyarakat pilih beton. Lebih praktis bilang”, kata dia.

 

Ketua KSM Desa Besmarak Efrin Nainatun mengatakan, anggaran per unit WC sehat sebesar RP12 juta, namun sampai ke tangan penerima hanya RP9 juta lebih.

 

“Karena 2 juta perunit itu untuk tukang yang penerima cari sendiri. Dan ada biaya untuk operasional pengurus KSM. Kita buat laporan dan lain-lain. Jadi Bersih 9 juta lebih untuk penerima”, jelas Nainatun kepada media ini di Besmarak Kamis (17/10).

Ia menyebut, di desa Besmarak ada 54 penerima program WC sehat tahun 2024.

Menurut dia, ukuran kamar WC yang dikasih terlalu kecil sehingga ada yang ukurannya ditambah 25 cm.

“Ukuran sebenarnya 125×150 terlalu kecil sehingga ditambah menjadi 175×150 supaya agak luas”, kata dia.

Ia menyayangkan, anggaran RP9 Juta lebih itu, tidak termasuk plester tembok.

 

“Di RAB tidak ada. Memang anggaran besar di lubang septic tank, karena di cor dari bawah”, terang dia.

Ia menyesalkan ada bahan bangunan yang belum turun seperti closed dan seng. Sambungan pipa. Elbo dan Sok.

 

“Bahan tidak didrop 1x. Seperti Semen. Ada yang turun 10 zak. Ada 15 zak dulu. Tapi ada yang 25 zak sudah turun”, kata Nainatun.

Menurut dia, bahan yang sudah lengkap hanya untuk lubang septic tank.

“Semua untuk lubang sudah ada. Batu kerikil, pasir. Batu karang, besi 6mm. Kawat ikat. Paku 2cm 7 cm dan 10 cm. Tripleks. Usuk, pipa 4 dm. Batako untuk rumah sudah. Seng polos untuk pintu sudah ada”, kata dia.

Efrin Nainatun minta suplayer mendrop seluruh bahan sehingga tidak ada jeda bagi tukang dalam bekerja.

“Bahan segera didrop semua, supaya kerja tidak putus. Selesai cepat kita bisa kerja yang lain sebagai petani”, terang dia.

Ia mengatakan sesuai kontrak tanggal 31 Oktober pekerjaan harus sudah selesai.

“Memang rata-rata sudah kerja. Bahkan ada 22 unit, tembok sudah selesai. Ada juga 5 unit sudah atap. Tinggal pintu dan satu dua bagian. Tetapi kalo bahan terlambat kemungkinan tidak selesai akhir bulan ini”, pungkas dia. (Sintus).

  • Bagikan