Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Meninggal Dengan Luka di Bawah Susu, Herman Bire Diduga Dibunuh, Polisi Lakukan Ini

Tim dokter RS Titus Uly sedang melakukan outopsi terhadap mayat Herman Bire.

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT – Herman Bire, karyawan PT Citra Mas, meninggal dengan luka di bawah susu Sabtu (11/5/24).

Warga Desa Kuaklalo Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu, diduga dibunuh.

Kasus ini mendapat atensi khusus dari Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H.

 

Herman Bire yang meninggal dunia secara tidak wajar saat sedang melaksanakan pekerjaan di RT 005 RW 002 Desa Oeletsala, kesehariannya bekerja memotong besi untuk menara Sutet.

Setelah mendapat laporan yang dari Polsek Kupang Tengah, AKBP Agung langsung melakukan serangkaian penyelidikan guna membuat terang kasus tersebut.

 

“Benar, kejadiannya hari Sabtu sore dan korban meninggal dunia jam 19.00 Wita di Rumah Sakit Leona Kota Kupang, ” terangnya.

” Kami tengah melakukan serangkaian penyelidikan  guna membuat terang kasus tersebut, ” sambungnya.

Pantauan media, pada hari Senin pagi tim Inafis bersama penyidik Satreskrim Polres Kupang bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (tkp) dan ditemukan beberapa barang bukti yang diduga kuat ada hubungannya dengan kematian korban. Selain itu tim juga telah berkoordinasi dengan Dokter Forensik Rumah Sakit Titus Uly Kupang untuk melakukan outupsi jenasah korban.

 

Hasil koordinasi dengan pihak rumah sakit ini, jenasah Herman Bire akhirnya dilakukan outopsi yang berlangsung di rumah duka di Desa Kuaklalo Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang dibawah pimpinan Dokter Forensik AKBP dr. Edy Hasibuan.

Turut hadir dalam outopsi tersebut Penyidik Reskrim Polres Kupang yang terdiri Kaurbinops  Satreskrim Polres Kupang Iptu Kuswantoro dan Iptu Bajilio Pereira,.SH serta Waka Polsek Kupang Tengah Iptu Yuyun Adipitono.

 

Hadir pula tim Inafis Polres Kupang yang terdiri dari  Kaur Identifikasi Aipda Safrizal dan Bripka Rivaldy Makanoneng.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik telah melakukan pemeriksaan beberapa orang saksi yang berada dilokasi kejadian yang mengetahui kejadian tersebut.

 

Kapolres Agung optimis kasus ini bisa diungkap guna memberi efek jera kepada pelakunya, dan pihaknya menghimbau agar keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

 

“Kita doakan, semoga secepatnya bisa terungkap. Kami harapkan pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian guna proses hukum lebih lanjut,”  tutupnya. (SS).

  • Bagikan