BETUN, FLOBAMORA-SPOT – Hari ini paroki St. Fransiskus Azisi Lakulo, Dekenat Malaka, Keuskupan Atambua merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5.
Usia ini belum matang dalam banyak hal. Seperti seorang anak manusia, ia butuh perhatian berbagai pihak.
“Usia baru lepas ASI. Lepas tete. Para ibu tau bagaimana kematangan berpikir kematangan emosional belum begitu baik. Belum stabil. Masih labil. Usia lima tahun membutuhkan bayaran yang tinggi”, ujar Pastor Paroki St. Fransiskus Lakulo RD. Edy Mali, Pr dalam khotbahnya pada perayaan Misa HUT tersebut Selasa (31/10).
RD. Edy mengatakan, Lima tahun lalu umat Katolik Lakulo menyatakan diri untuk meninggalkan paroki Induk, paroki Webriamata, sebagai paroki baru di bawah perlindungan St. Fransiskus Azisi.
“Seperti Abraham bapa iman kita, tidak segan-segan meninggalkan segala kekayaan, untuk pergi ke suatu negri yang sama sekali baru, asing, yang dijanjikan Allah”, kata dia.
“Ibaratnya dalam permainan KP (Kupon putih) orang rela mempertaruhkan segalanya untuk menjadi Milioner dalam sekejap. Yang akhirnya bisa berubah menjadi OMM Orang Mati Mendadak karena gagal dan stres. Atau sekurang-kurang SGM Sinting Gila Mengong”, terang dia.
“Akan tetapi saudara-saudara, berkat imannya Abraham rela meninggalkan segalanya demi cintanya kepada Tuhan”, tambah RD. Edy.
Ada ungkapan berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bahwasannya segala kebahaģian harus melalui pengorbanan. Cinta butuh pengorbanan, tapi kalau korban terus namanya penderitaan.
Menurut dia, HUT ke-5 paroki itu bertepatan dengan bulan Rosario, dimana umat Katolik memberikan penghormatan khusus kepada Bunda Maria sebagai ibu gereja secara istimewa.
“Bunda Maria hadir secara sempurna dan setia bersama Yesus di bawah kayu Salib. Pesan singkat terakhir dari Yesus di Kayu salib hanya beberapa kata saja. Kepada Maria Yesus mengatakan, “ibu inilah anakMu. Dan kepada Yohanes ia katakan Inilah ibumu. Ada serahterima yang penuh kemesraan dan mengharukan antara Allah dan manusia”, kata dia.
Pada akhir khotbahnya ia mengatakan, tidak ada kado istimewa karena sedang rehab besar-besaran.
Dirgahayu Paroki Santo Fransiskus Lakulo. Umat Paroki ini berjanji akan terus bersamamu.
Usai perayaan Misa dilanjutkan dengan acara tiup oleh Pastor Paroki bersama seluruh umat. (Sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




