KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – “Tujuh sekolah swasta di Kota Kupang akhir-akhir ini tidak mampu bersaing karena Pengelola tidak mampu untuk mengembangkan pendidikan yang berkwalitas dengan ciri khas tertentu, akibatnya sudah banyak yang mati suri bahkan ada yang sudah tidak lagi beroperasi dan tutup”. Dari 63 SMP di Kota Kupang ada 43 SMP Swasta. Kurang lebih ada 7 SMP menuju kematian alamiah. Tetapi SMP Angkasa, tahun ini bertambah. Itu berkat ibu Simone yang menjalin relasi yang baik. Karena apa bapa ibu, SMP Teladan sudah kami kubur. SMP Santi Karya, PGRI, Beringin menunggu waktu. Mengapa sekolah-sekolah ini menuju kematian alamiah, karena tidak ada keunggulan spesifik yang dijual untuk memenangkan persaingan tatkala orang memilih sekolah. Saya memberikan contoh SMP Kristen saat masih di bawah naungan sinode, itu pilihan terakhir ketika orang tidak masuk di sekolah lain tetapi ketika Lentera hadir dan take offer menejemen butuh 50 yang mendaftar 500″.
Hal ini dikatakan, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas P dan K Kota Kupang Okto Naitboho saat melaunching Program Ekstrakurikuler Robotik SMP Angkasa di Kupang, Jumat (28/7/23).
Menurut dia, hal ini pernah ia sampaikan saat pertemuan dengan Sinode GMIT.
“Lalu suatu ketika dalam sebuah diskusi di Sinode saya bilang Sinode harus refleksi diri. Karena sekolah-sekolah di bawah naungan GMIT ibarat rumput tumbuh di batu karang. Tumbuhpun tidak matipun tidak, tapi ada di situ”, ujarnya.
Menurut dia, ini kompetisi sangat ketat antar sekolah swasta di era sekarang.
Naitboho berharap, agar setiap sekolah swasta di Kota Kupang mesti terus berbenah menyajikan pendidikan berkwalitas dengan ciri khas tersendiri sebagai daya saing. Sebagaimana yang dimiliki dan dikembangkan SMP Angkasa Kupang saat ini dengan memiliki ciri khusus ekstrakurikuler Robotik.
“Hukum pasar bahwa barang kualitas akan menguasai pasar, karena itu sekolah juga mesti berkualitas agar bisa menjadi sekolah favorit dan diminati banyak orang,” tandas Naitboho.
Hal ini mesti dilakukan pihak Pengelola sekolah karena menurutnya, di Kota Kupang terdapat 43 sekolah swasta dan 7 sekolah diantaranya telah mati suri dan bahkan sudah tutup.
Hal itu disebabkan karena menurut Okto Naitboho,
Sekolah tidak memiliki keunggulan spesifik untuk dijual.
“Yang bisa memenangkan kompetisi adalah yang memiliki spesifik. Hari ini kita sudah memiliki sekolah SMP Angkasa salah satu sekolah swasta yg sudah memiliki spesifik dan unggul satu-satunya di Kota Kupang. Kami di sini tidak bermaksud membuat perbandingan antara sekolah negeri dan swasta, sebab sekolah swasta juga adalah sekolah anak bangsa bukan anak swasta dan anak negeri,” harap Naitboho.
Karena sekolah SMP Angkasa Kupang telah mencatat rekor sebagai satu-satunya sekolah di NTT dan Kota Kupang khususnya yang memiliki program Robotik, karena itu Naitboho berjanji akan memberikan perhatian dengan intervensi anggaran di tahun 2024 mendatang. (g-s).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




