Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

SMP Angkasa Hadirkan Extra Kurikuler Robotic, Dumul:”Sekolah Swasta Harus Miliki Daya Tarik Tertentu”

Kadis Dikbud Kota Kupang Dumul Djami dan Ketua Yayasan Ardhya Garini Ny. Simone Aldrin Mongan diantara Ketua Harian Yayasan Ardhya Garini A. Leksono dan Kepala Sekolah TK, SD dan SMP Angkasa usai wawancara Senin (10/7/23).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Upacara Bendera mengawali kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kompleks TK, SD dan SMP Angkasa Senin (10/7/23).

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Drs. Dumul Djami ketika ditemui Media usai mengikuti upacara mengapresiasi Yayasan Ardhya Garini yang menghadirkan extra kurikuler (Exkul) Robotic untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama Angkasa.

 

“Ada (program) Robotic yang akan diajarkan kepada siswa/i SMP, itu jadi daya tarik. Sekolah swasta itu harus ada daya tarik tertentu, sehingga tahun depan itu siswa akan membludak”, ujar Dumul kepada Wartawan.

 

“Orangtua juga hadir dan akan menginformasikan kepada tetangga, bahwa Angkasa ada nilai lebihnya. Sekolah swasta itu dimanapun musti ada nilai lebih”, jelas dia.

 

Ditanya apa dukungan terhadap program tersebut Dumul mengatakan, dinas Pendidikan selalu ada di belakang sekolah-sekolah di kota Kupang.

 

“Kami dinas Pendidikan selalu mendukung. Salah satunya kehadiran saya saat ini. Kedua, saya minta Kepala Sekolah baik TK, SD dan SMP membuat proposal ke dinas, sehingga kita memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah yang akan meningkatkan mutu pendidikan”, tegas dia.

 

Ketua Yayasan Ardhya Garini cabang El Tari Kupang Simone Aldrin Mongan mengatakan, Manajemen Sekolah itu sudah siap untuk mendorong program Robotic yang akan dilaunching akhir Juli 2023.

 

“Yayasan selalu siap. Itulah TNI. Kita bagian dari TNI. Kita selalu mendukung TNI, terutama di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita ingin daerah kita itu sejajar dengan ibukota bahkan dengan luar negri kalo bisa kita sejajar, karena kita sama dalam bentuk apa aja hanya belum dikelola maximal”, terang istri Danlanud El Tari itu.

 

Ia sangat yakin kedepan Angkasa akan menjadi sekolah rujukan karena di sini anak-anak mendapatkan segalanya.

 

“Jadi orangtua tidak was-was ketika meninggalkan anak di sekolah ini. Karena segala yang dibutuhkan ada. Jadi istilah one stop shopping. Semuanya ada buat anak-anak”, tambah dia.

 

Ia menambahkan, sekolah di bawah naungan Yayasan Ardhya Garini memiliki banyak keunggulan namun belum dikelola secara baik.

 

“Keunggulan sekolah kita banyak hanya belum diexplore baik SDMnya. Soal pendidikan kita selalu dipantau Pengawas-Pengawas, sehingga untuk kualitas semakin dan semakin baik”, jelas dia.

 

Menurut dia, program Robotic sesuai dengan keadaan saat ini.

 

“Hal itu sesuai dengan masa ini dan kedepannya (futuristic). Dan itu merangsang anak-anak bagaimana sih menciptakan sebuah robot. Apa aja yang diperlukan. Itu membangkitkan rasa ingin tau anak-anak”, kata dia.

Menurut dia, lewat program Robotic kecerdasan para siswa dipacu.

“Karena ada rasa ingin taunya kan besar. Nah itu yang ingin kita coba bangkitkan semangat mereka untuk lebih lagi tertarik”, ucap dia.

Kadis Dikbud kota Kupang Dumul Djami dan Ketua Yayasan Ardhya Garini Simone P. Mongan serta Pembina harian Yasarini, Mayor Kal Ardhianto Leksono K, S.A.P.,M.M bersama peserta didik baru usai penyematan tanda Pengenal kegiatan MPLS TK, SD dan SMP Angkasa Senin (10/7/23).

Kepala SMP Angkasa Sebastianus Balidemon mengatakan, di kota Kupang sangat banyak sekolah namun orangtua memilih TK, SD dan SMP Angkasa untuk menyekolahkan anak-anak.

 

“Ada banyak sekolah tapi kenapa pilih Angkasa. Tentu saja ada niat. Niat anak menjasi hal yg harus diperhatikan”, ujarnya.

 

Menurut dia, orangtua tidak perlu khawatir untuk menitipkan anak-anak di sini.

 

“Anda sudah masuk di pintu Angkasa anda aman.
Sudah di sini harus belajar tekun. Karena mimpi anda kami yakin terwujud”, ia mengakhiri sambutannya.

 

Kegiatan MPLS di Sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Ardhya Garini, diisi dengan sosialisasi tentang bullying.

 

Hal ini penting untuk mencegah terjadinya saling membuli diantara siswa. (Into).

  • Bagikan