Masyarakat Desa Oekolo Gelar Ritual Adat Tolak Covid-19

0 726

KEFAMENANU, FLOBAMORA-SPOT.COM – Merebaknya virus ganas Coronavirus 2019 (Covid – 19) yang kian mendunia telah merenggut ribuan nyawa manusia dari berbagai belahan dunia. Kenyataan ini sungguh menggelisakan sekaligus menimbulkan ketakutan serta trauma yang dalam bagi masyarakat dunia. Dalam disposisi ini, muncul berbagai cara yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ini, baik secara medis, penutupan akses masuk ke wilayah tertentu (Lockdown), gerakan sosialisasi (social distancing), penyemprotan cairan disinfektan sampai pada melakukan ritual adat.

“Sebagai langkah pencegahan virus ini, aparat desa oekolo, kecamatan Insana Utara kabupaten Timor Tengah Utara bersama tokoh masyarakat melakukan ritual adat di “Lopo Putu Mae” (lumbung umum suku), Rumah adat Taslulu dan “Nifu Bau” untuk mencegah dan menolak alias mengusir wabah penyebaran Covid 19”, Kata Yanuarius Banusu Sekretaris Desa Oekolo kepada media ini senin (30/03/2020)

Banusu menambahkan, ritual adat tolak virus tersebut dilaksanakan sesuai dengan budaya, tradisi, karakter, dan kearifan lokal masyarakat adat Desa Oekolo. Ritual adat tolak wabah ini untuk meminta restu dan dukungan kepada alam, leluhur, arwah nenek moyang supaya masyarakat dibebaskan dari virus mematikan ini.

“Masyarakat Oekolo yang terdiri atas: 5 suku besar (Alen, Tikneon, Banusu, Tulu dan Taslulu) ditambah suku Eko-Kolo dan Salu-Teme (suku pendatang) percaya bahwa tingkat kepercayaan adat masyarakat setempat untuk mengadakan ritual tolak atau membebaskan wilayah dari segala ancaman masih sangat tinggi dan diyakini mampu menahan berbagai wabah atau serangan yang mengancam wilayah”, ungkap sekdes.

Selain mengadakan ritual adat, kata dia, dari segi medis, pihak desa telah berkoordinasi dengan pihak puskesmas kecamatan untuk pengadaan masker, sarung tangan dan melakukan penyemprotan dari rumah ke rumah (door to door) yang akan terlaksana dalam dua tiga hari kedepan.

“Semua pembiayaan mulai dari ritual adat dan pengadaan fasilitas kesehatan dalam membendung wabah mencekam ini terfasilitasi dari desa. Meskipun desa Oekolo sampe titik ini berada pada posisi aman alias nol pasien dalam pemantauan (PDP), tetapi kami tetap mewaspadai dengan segala antisiapasi ini. Lebih baik mencegah daripada mengobati”, pungkasnya.