Tidak Bisa beli Masker, Bupati Kupang Marahi Kadis Kesehatan

0 684

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Bupati Kupang Korinus Masneno mengumpulkan Wartawan desk Kabupaten Kupang di Aula Wakil Bupati Kupang. Ada banyak hal yang disampaikan Bupati dalam pertemuan itu.

Salah satu hal yang mengemuka ketika itu adalah soal Pengadaan masker bagi para Kepala Puskesmas.

“Saya sudah bilang kepada Kadis Kesehatan. Para Kepala Puskesmas itu butuh alat pelindung, karena saya sudah suruh begitu dengar TKI / TKW baru datang Kapus jemput periksa Corona. Orang di luar negri itu semua disuruh pulang kalo sudah selesai kontrak dan itu di kabupaten Kupang banyak. (Kapus)Ketika mau pergi itu mereka butuh alat pelindung. Bagaimana caranya Kepala Dinas itu berpikir cepat, ambil langkah cepat namanya juga dalam keadaan tanggap darurat”, kata Bupati Kupang dalam nada emosi kepada Kadis Kesehatan yang duduk di sampingnya.

Bupati Kupang di antara Kadis Kesehatan dr Robert dan As I Rima Salean dan kabag Humas Marta para Ede (sedang berdiri) dalam Jumpa Pers Jumat (20/3/20) di Oelamasi

Menurut dia, meski dalam keadaan darurat tetapi Pemeritnah tidak boleh mengatakan itu kepada rakyat karena itu akan menurunkan kondisi masyarakat tetapi kita tau bahwa ini darurat sehingga harus segera ditangani.

“Masa yang begitu kok susah. Pikir mutar-mutar perlu instruksi Kepala daerah. Kamu siapa perintah Bupati kasih kamu instruksi. Itu dikerjakan. Kalo tidak dikerjakan saya yang kasih berhenti. Itu saja. Jadi sebetulnya bukan soal. Jadi ini kawan-kawan saya tidak membela kepala dinas hanya mereka sulit sekali bersuara selama ini”, tambahnya lagi masih dalam nada tegang.

Menurut dia, saat ini peralatan Masker dan alat test (suhu badan) sudah mahal harganya dibandingkan beberapa hari lalu.

“Kalo sekarang ini tanggap beli peralatan alkes (Masker dan Alat test) kasih orang dari kemarin itu dia masih berapa ratus itu sekarang sudah mahal. kalo beli itu pake uang Negara kasih ke sana kan tinggal bikin telaahan ya to. Siapa yang tangkap penjarakan orang kalo uang Negara dipake untuk beli alat Negara kemudian dilakukan penyesuaian administrasi urusan selesai”, jelasnya.

Ia mengatakan, beberapa Kepala Puskesmas sempat menghubunginya dan mengeluhkan ketiadaan masker saat hendak turun menjemput para TKI dan TKW.

“Kapusnya rebut, kami mau jalan dengan masker alat test tidak ada bapa. Saya sampai heran-heran beli masker itu berapa rupiah sih sehingga mengeluh tidak ada masker. Itu karena Kapusnya juga sinting. Masa  beli masker harus Tanya Kadis”, tegasnya.

Menurut dia, Kapus tidak perlu membesar-besarkan masalah sepele.

“Masa beli alat test 1 juta kok mengeluh kiri kanan. Saya tau di puskesmas itu uangnya banyak Tapi kok mengeluh. Itu sebenarnya membesar-besarkan masalah yang sebenarnya tidak perlu. Jadi itu pak Robert e. kalo itu tidak bisa dibereskan saya habisi. Saya tidak mau tau”, pungkasnya.