539 Mahasiswa Poltekes Kemenkes Serbu 5 Desa di Kabupaten Kupang, Simak yukk !!

  • Bagikan
dari ki-ka As I Sekda Kabupaten Kupang Rima Salean, Sekda Kabupaten Kupang Obet Laha, Wabup Kupang Jerry Manafe dan Dir Poltekes kemenkes Kupang R.H Kristina pada Pelepasan 539 Mahasiswa/i Poltekes Kemenkes Jumat (6/3)

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Poltekes Kemenkes Kupang kembali menerjunkan 539 Mahasiswa / I beberapa jurusan ke Kabupaten Kupang Kupang pada tahun 2020 ini untuk melaksanakan Prakter kerja Nyata (PKN). Lima desa menjadi sasaran pelaksanaan PKN ini yakni desa Noelbaki, Oelpuah, Oelnasi, Penfui Timur dan desa binaan PKK yakni Oelbiteno. Kegiatan berlangsung dari tanggal 6 s.d. 29 Maret 2020, dengan mengangkat thema : MASYARAKAT SEHAT BEBAS PENYAKIT TROPIS DAN STUNTING.

“Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang membutuhkan penyelesaian dari berbagai disiplin ilmu kesehatan. Secara terpadu dari berbagai prodi yang ada di Poltekkes yakni Prodi Teknik Laboratorium Medis, Gizi, Kebidanan, Keperawatan, Kesehatan gigi dan kesehatan lingkungan, Poltekkes bertekad membentuk suatu model pendidikan terbaru yaitu model pendidikan dengan pendekatan Interprofesional Education (IPE) dan Interprofesional Colboration (IPC)”, Kata ketua panitia PKN Mahasiswa Poltekes Kemenkes Dr.RAFAEL PAUN, S.Km.M.Kes pada acara Pelepasan Mahasiswa di Aula Kantor Bupati Kupang di Oelamasi Jumat (6/3/20).

Menurut dia, Praktek Kerja Nyata (PKN) dalam bingkai IPE merupakan pengalaman IPTEK yang sdh dipelajari, menuntun mahasiswa kepada pola kerja interdisiplin dan terpadu yang dilandasi upaya penanggulangan masalah kesehatan yang ada di masyarakat, guna mencapai target kompetensi mahasiswa pada mata kuliah manajemen puskesmas dan keperawatan keluarga.

“Target ini ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada masalah kesehatan yg prioritas, kelompok khusus pada masyarakat yang berisiko tinggi dalam menangani masalah kesehatan dan pencapaian derajat kesehatan yg optimal”, ujarnya.

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, dalam sambutan pembukaan sekaligus melepas para mahasiswa PKN menyampaikan terima kasih dan apresiasi yg setinggi tingginya pada Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang bersama Civitas Akademika yang telah menetapkan Kabupaten Kupang sebagai lokasi pelaksanaan PKN bagi Mahasiswa/i semester 6 prodi D3 Politekkes Kemenkes Kupang.

“PKN ini dapat memberikan kontribusi positif bagi PemKabKupang dalam mengidentifikasi masalah kesehatan di lingkungan masyarakat, serta sebagai landasan dlm menetapkan kebijakan program pembangunan di bidang kesehatan yg menyentuh akar persoalan di tengah-tengah masyarakat”, kata Manafe.

Jerry berharap,  agar pemerintah setempat dapat memberikan pendampingan yang maksimal kepada para mahasiswa yang akan melakukan PKN, Sehingga apa yang diharapkan baik pemerintah maupun masyarakat dapat terlaksana dengan baik.

“ saat ini kita dihadapkan dengan berbagai persoalan yang harus ditangani secara serius dan cerdas”, ujarnya.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe berpesan agar pelaksanaan PKN tidak dipelintirkan desa ini ada virus corona dll, sehingga datang banyak orang kesehatan.

“kedua Sekarang ini di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang ada wabah DBD. Diharapkan kita tetap menjaga kesehatan kita agar tetap fit, bahkan di Kabupaten Kupang kasusnya sudah ada beberapa orang yang meninggal dunia”, ucap dia.

Penyakit lainnya yakni Flu babi afrika (ASF) sementara viral di masyarakat. Oleh karena itu, melalui mahasiswa dapat menyampaikan ke masyarakat agar tidak membuang sembarang babi-babi yang sudah mati ataupun mengkonsumsi daging babi yang sudah mati.

“ Masalah stunting terbesar ada di Kecamatan Kupang Tengah. Bila perlu, ini dicatat dan dicari tahu penyebabnya serta mengidentifikasi anak-anak yang kurang gizi”, harapnya.

Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Dr.R.H.Kristina, S.Km.M.Kes dalam sambutannya mengatakan sejak tahun 2002 hingga saat ini, Poltekkes Kupang telah memberikan banyak kontribusi untuk pelaksanaan PKN maupun PKL secara langsung kepada masyarakat Kabupaten Kupang dan sekitarnya.

“Mahasiswa akan mempraktekkan bidangnya masing-masing dibawah bimbingan para dosen sesuai permasalahan yang mereka temukan di desa”, jelasnya.

Walau merupakan institusi yang cukup besar namun kami terbatas dalam hal sumber daya untuk mendukung mahasiwa, sehingga merekapun bekerja dengan keterbatasan.

“Untuk itu diharapkan dukungan Pemda setempat agar mahasiswa bisa benar-benar menerapkan ilmu profesi yg telah didapati baik keahlian maupun kompetensi dengan benar dan dapat memecahkan masalah yg terjadi di masyarakat, baik masalah kesehatan tropis maupun stunting”, katanya.

Kegiatan dihadiri Sekda Kabupaten Kupang, Ir.Obet Laha, Asisten Pemerintahan dan Kemasyarakatan Setda Kabupaten Kupang, Rima K.S.Salean, SE, para pimpinan OPD, para dosen, para wakil direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Camat Kupang Tengah dan Fatuleu Tengah, kades penfui timur, kades oelbiteno, para mahasiswa dan puskesmas oelbiteno. (Kabag Humas/Sintus)

  • Bagikan