Korinus : Membuka Sidang MS GMIT XLV 2020, Sebuah kehormatan

0 288

TARUS, FLOBAMORA-SPOT.COM – Majelis Sinode GMIT selama beberapa hari ke depan menggelar Sidang XLV untuk mengevaluasi berbagai program dan merencanakan program berikutnya yang akan dilaksanakan GMIT di tahun 2020.

Bupati Kupang, Drs.Korinus Masneno, dalam sambutannya mengatakan, membuka Sidang tersebut merupakan suatu kehormatan yang luar biasa bagi Pemerintah Kabupaten Kupang .

Ia menjelaskan, Berbicara Sidang pada organisasi gerejawi untuk mencapai suatu kesepakatan bersama dalam tujuan bersama, tidak terlepas dari apa yang disebut  sebuah proses. Dan proses ini yang pada akhirnya akan mengatur tentang sistem dalam sebuah organisasi.

“Kenapa proses..? karena organisasi itu sebetulnya terdiri dari sub-sub sistem dari satu sistem besar. Ketika sub-sub sistem itu hendak menyepakati satu teriakan, atau satu suara maka satu ketukan dia harus bersama – sama di semua mata rantai sub-sub sistem itu. Dan biasanya kita akan mengalami kesulitan di dalam mengetuk lonceng yang berbunyi sama pada semua sub-sub sistem yang berada dalam sebuah organisasi. Ini bukanlah perkara yang mudah karena tidak semua orang memiliki waktu, untuk menetapkan langkah pertama pada saat yang tepat. Oleh karena itu, kita jangan pernah takut bahwa yang namanya berselisih pendapat dalam sebuah organisasi itu adalah dosa”, kata Bupati Kupang Korinus Masneno dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut di Majelis Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat Minggu (16/2/2020).

Menurut dia, Selisih pendapat bukanlah dosa, dalam upaya mencari apa yang dikehendaki oleh Tuhan.

“Bahwa proses persidangan ini tentunya akan dikeluarkan dan ditetapkan program-program yang terbaik dalam rangka membangun manusia yang lebih baik di hari depan. Mengingat hampir semua masyarakat Kabupaten Kupang adalah jemaat GMIT,  maka Kabupaten Kupang selalu merasa sangat membutuhkan GMIT sebagai salah satu pilar, untuk membangun manusia Kabupaten Kupang menjadi manusia yang lebih baik. Sehebat apapun ilmu pengetahuan yang dimiliki, sehebat apapun kemampuan teknologi yang dimiliki, sehebat dan sekuat apapun ekonomi yang dimiliki, tetapi kalau mental dan spiritualnya tidak baik maka kita tidak akan pernah bahagia di dunia ini”, tambahnya lagi.

Ia mengatakan, Hanya manusia yang memiliki ilmu pengetahuan cukup, didasari atas iman dan spiritual yang baik, yang mampu bersaing pada dunia saat ini, bahkan saat ini pula kecepatan informasi melebihi kecepatan pemikiran manusia untuk memecahkan masalah informasi.

“Karena informasi itu selalu datang mendahului pikiran manusia. Untuk mengantisipasi, semuanya harus ada saringan. Kecepatan informasi saringan terbaiknya adalah ketika orang memiliki iman dan spiritual yang baik serta budaya yang kuat. Kita akan siap untuk menerima kemampuan informasi sebagai sumber kekuatan untuk membangun negeri ini”, jelasnya.

Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Merry Kolimon menyampaikan terima kasih yang tak terhingga pada semua pihak yang telah memberikan pundak untuk memikul bersama tanggung jawab pelayanan Sinode.

“Di tahun ini kita perlu memberikan perhatian yang serius untuk mengupayakan supaya HKUP kita yang memberikan amanat yang besar dapat kita kerjakan dengan baik. Kita sama- sama berdoa, roh kudus memberikan hikmatnya agar di sidang ini kita mengupayakan pelayanan GMIT yang berdampak bagi perbaikan kualitas persekutuan kesaksian ibadah dan penataan layanan”, Ujar Dr. Kolimon.

Jemaat dan seluruh Majelis Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat menyatakan rasa bangganya dan berterima kasih kepada Majelis Sinode GMIT yang telah mempercayakan jemaat ini menjadi tuan dan nyonya rumah bagi pelaksanaan Pembukaan Persidangan Majelis Sinode ke XLV tahun 2020.

Pembukaan Persidangan ini diawali dengan Ibadah yang dipimpin oleh Liturgos Pdt.Alfred Waang Sir, S.Th dan pengkhotbah Pdt.Emr.S.B.A. Meza-Tauk, S.Th.

Dalam kesempatan ini juga dikukuhkan dan diperhadapkan 3 orang anggota Majelis Sinode GMIT EX OFFICIO periode pelayanan 2020 – 2023 masing-masing :

Pdt.Samuel Pandi, S.Th, Pdt.Gustaf Amekan, S.Th dan  Pdt.Jois Toelle, S.Th.

Sidang Sinode GMIT berlangsung selama 5 hari, mulai tanggal 16 – 20 Pebruari 2020 bertempat di Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat dan Jemaat Benyamin Oebufu.

Hadir pada acara pembukaan, Pengurus Sinode GMIT, BPP dan UPP MS GMIT, Para Pendeta, Emiritus, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kupang, yang mewakili Kakanwil Departemen Agama Propinsi NTT serta undangan lainnya. (Marta / Sintus).