Siswa/I SMAK St. FILOMENA MENA HIV ? Masa iya !!

0 2.648

MENA, FLOBAMORA-SPOT.COM – Ratusan Siswa/I SMAK St. Filomena Mena, Kabupaten Timor tengah utara (TTU) Selasa (4/2/2020) dikumpulkan Kepala Sekolah di aula salah satu ruang di sekolah itu. Tentu bukan tanpa alasan. Para siswa akan mengikuti sosialisasi tentang Human Imunodeficiency Virus (HIV) and Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) dari Tim Persatuan Karya Darma indonesia (PERDAKI) Keuskupan Atambua yang bekerja sama dengan dinas kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan komisi pemberantasan AIDS (KPA).

SMAK filomena menyimak dengan seksama materi Sosialisasi HIV dan AIDS

Dalam pengantar dr. Raynalmi Usfinit (utusan KPA)  mengungkapkan bahwa Sasaran program sosialisasi ini adalah remaja tingkat SMP-SMA dan Orang Muda Katolik (OMK), karena  mereka yang masuk dalam kategori ini merupakan usia produktif yang sangat rawan untuk terjangkit virus ini.

“Dari Kumulatif data di kabupaten TTU, mulai dari tahun 2016-2019 total kasus pengidap HIV dan AIDS sebanyak 553. Laporan kasus bulan januari 2020 menunjukkan penambahan jumlah kasus baru  sebanyak 4 kasus. Dalam taraf NTT, kabupaten TTU menempati urutan 5 soal HIV/AIDS”, kata Lina Suan (petugas khusus pengontrol berkenaan HIV/AIDS dari dinas kesehatan kabupaten TTU).

Sementara Sr. Lidya Pinem FSE (ketua PERDAKI dan konselor HIV dan AIDS) keuskupan Atambua yang hadir sebagai pembicara utama mengajak para peserta untuk keluar dari zona nyaman sebab penyakit HIV/AIDS sudah merebak di masyarakat NTT. Jenis penyakit mematikan ini bisa menyerang siapa saja. Tidak akan diketahui jika tidak melakukan pemeriksaan medis.

“Tujuan sosialisasi ini adalah supaya paham dan tahu supaya tidak tertular HIV/AIDS. Teristimewa untuk teman-teman SMP, SMA dan OMK. Anda adalah usia produktif yang harus mengontrol rutin. Dan harapan stelah dapat sosialisasi ini bisa menjadi duta untuk bicara soal HIV kepada masyarakat baik di rumah, sekolah maupun dimana saja”, ujar ketua PERDAKI.

Lebih lanjut ia menjelaskan, HIV itu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Penularan HIV itu melalui hubungan seksual yang tidak aman, transfusi darah dan produk darah yang tercemar, jarum suntik yang terkontaminasi HIV, ibu hamil dengan HIV kandungan janinnya, transplantasi organ pengidap HIV, tertusuk jarum yang terkontaminasi HIV dan air susu kepada bayi. HIV didapatkan di darah, cairan, cairan vagina dan air susu ibu.

“Sedangkan berkenaan dengan hubungan sosial biasa sperti: gandengan, peluk, ciuman dan makan sepiring dengan saling suap memang tidak menular HIV tapi bisa menular jenis penyakit yang disebut infeksi opurtunistik (IO). Yakni penyakit tambahan seperti penyakit herpes, TBC, dan juga hepatitis B. Dan cara mencegah penularan HIV yakni:jauhi hubungan seks gonta – ganti pasangan, bersikap saling setia, dan jika terpaksa cegah dengan menggunakan kondom, hindari pemakaian narkoba suntik”, kata Sr. Lidya  FSE.

Lina Suan dalam sesi terakhir mengungkapkan, tanda-tanda orang yang menderita HIV adalah demam berkepanjangan, diare, batuk yang berkepanjangan dan penurunan berat badan yang terus menerus. Ini merupakan gejala yang terbaca sejauh ini. Maka dalam posisi ini harus sesegera mungkin melakukan periksa rutin ke dokter. Tujuannya supaya cepat ditindaklanjuti sedini mungkin.

“Semoga dengan sosialisasi ini, teman-teman SMAK st Filomena semakin mengerti dan dapat menjadi duta tentang HIV/AIDS yang tidak mudah tergoda dan tertular HIV. Karena dari HIV  akan memunculkan AIDS dan nyawa menjadi bayarannya”, pungkasnya. (Beny Akoit / TTU).