KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Tutur adat Natoni mengawali dan mengakhiri prosesi pemakaman Corinus Tuan, mantan Camat Maulafa, mantan Kepala Desa dan Lurah Bello, sekaligus sesepuh dan tokoh adat Kelurahan Bello, Kota Kupang, Selasa (3/11/2026).
Perpaduan penghormatan adat dan ibadat pemakaman yang dipimpin Pendeta GMIT Efata Bello mengiringi kepergian tokoh yang dikenal luas atas pengabdian dan kiprahnya bagi masyarakat tersebut. Ribuan pelayat dari berbagai kalangan, latar belakang etnis, dan agama hadir untuk menghantar almarhum ke peristirahatan terakhir.
Pemimpin kelompok Natoni sekaligus penutur adat, Lukius Takene, menjelaskan, tutur adat yang disampaikan dalam prosesi pemakaman merupakan bentuk penghormatan kepada almarhum atas jasa dan pengabdiannya selama menjadi sesepuh serta salah satu tokoh adat di Bello.
Menurut Lukius, Natoni tidak sekadar menjadi rangkaian seremoni adat, tetapi juga ungkapan penghormatan masyarakat terhadap perjalanan hidup, jasa, dan nilai-nilai yang diwariskan seorang tokoh kepada generasi berikutnya.
Kepergian Corinus Tuan tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan bagi masyarakat Bello dan Kota Kupang. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai figur pemimpin, sesepuh, sekaligus tokoh pembaruan yang memiliki kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Forum Pembaruan Kota Kupang, Umbu Saga Anakaka, mengatakan Corinus Tuan merupakan sosok pembaruan yang memberikan teladan bagi masyarakat Kota Kupang, terutama masyarakat Bello.
“Beliau menjadi panutan bagi kita semua. Kepergian almarhum menjadi peristiwa yang mengingatkan kita akan jasa dan pengabdiannya. Semoga keluarga yang ditinggalkan, terutama istri dan anak-anak, diberikan kekuatan dan penghiburan, serta almarhum mendapat tempat yang layak sesuai amal baktinya,” ujar Umbu.
Sementara itu, mewakili keluarga, Maksi Buifena menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan pendampingan sejak awal masa dukacita hingga pelaksanaan pemakaman.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada pihak gereja, khususnya Ketua Majelis GMIT Efata Bello, keluarga besar, Pemerintah Kota Kupang melalui Camat Maulafa dan Lurah Bello, serta berbagai komunitas yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas seluruh perhatian, dukungan, dan kebaikan yang diberikan kepada keluarga. Semoga Tuhan membalas semua budi baik yang telah diberikan,” ungkap Maksi.
Kepergian Corinus Tuan menutup perjalanan panjang pengabdiannya sebagai aparatur pemerintahan dan tokoh masyarakat. Namun, jasa, keteladanan, serta nilai-nilai adat yang diwariskannya diharapkan tetap hidup dalam ingatan dan kehidupan masyarakat Bello.
BIODATA SINGKAT ALMARHUM
CORINUS TUAN, S.H.
Nama: Corinus Tuan, S.H.
Tempat, tanggal lahir: Petuk, 5 Juli 1959
Nama orang tua: Gasper Tuan (Alm.) dan Maria Takene (Almh.)
Anak ke: Dua dari sembilan bersaudara
Tanggal pernikahan: 16 Desember 1988
Istri: Marice Dortia Loit
Jumlah anak: Lima orang. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




