Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Yosef Lede: Festival Para Raja Lestarikan Budaya dan Jaga Warisan Leluhur

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Pemerintah Kabupaten Kupang menggelar Festival Para Raja bertajuk “FESET USIF MA’NAI” melalui parade budaya dan tradisi daerah di Civic Center Oelamasi, Senin (02/11/2026).

Mengusung tema “Lestarikan Budaya dan Jaga Warisan Leluhur”, festival ini menjadi momentum mempererat persatuan, memperkuat identitas budaya, sekaligus menghidupkan kembali penghormatan terhadap sejarah kerajaan dan warisan leluhur yang telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Kabupaten Kupang.

Bupati Kupang, Yosef Lede, dalam sambutannya menyampaikan, penyelenggaraan festival tersebut merupakan bentuk penghormatan Pemerintah Kabupaten Kupang terhadap sejarah dan kebudayaan yang telah tumbuh jauh sebelum terbentuknya pemerintahan modern.

“Sebelum ada pemerintahan seperti sekarang, sudah ada kerajaan-kerajaan dan sistem pemerintahan adat yang memiliki sejarah panjang. Inilah yang harus kita hormati dan kita hidupkan kembali sebagai bagian dari identitas daerah,” ungkap Bupati Yosef Lede saat membuka acara secara resmi.

Bupati menegaskan, perkembangan zaman dan modernisasi tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar sejarah dan kebudayaan.

Sebaliknya, nilai-nilai yang diwariskan para leluhur merupakan jati diri yang harus diteruskan kepada generasi mendatang.

Sebagai bentuk nyata perhatian tersebut, pemerintah daerah memberikan dukungan pembiayaan bagi para pemangku adat di tingkat desa melalui APBD Kabupaten Kupang.

Pemkab Kupang juga telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk mendorong Feset Usif Ma’nai agar tercatat sebagai salah satu festival budaya nasional.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, menyampaikan, festival ini bukan sekadar pertunjukan seni dan tradisi, melainkan momentum untuk membuka kembali lembaran sejarah, menghormati jasa para leluhur, serta memperkuat jati diri masyarakat Kabupaten Kupang.
Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sosial, budaya, dan karakter masyarakat.

Mewakili para raja, Raja Amfoang, Roby G.J. Manoh, mengingatkan pentingnya memahami dan menjalankan ketentuan lembaga adat sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kupang Nomor 22, serta memperkuat kerja sama antara pemangku adat dan pemerintah daerah.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, jajaran pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, para pimpinan perangkat daerah, serta para Usif, Fetor, Temukung, dan masyarakat Kabupaten Kupang. Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Kupang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga warisan leluhur, memperkuat persaudaraan, dan menjadikan kebudayaan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah menuju Kabupaten Kupang Emas. (Dk)

  • Bagikan