Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pacuan Kuda Bupati Kupang Cup XIII, Berakhir, Teldy Sanam Sampaikan Apresiasi

Para joki dengan kudanya yang beraksi pada final Pacuan kuda Bupati Kupang cup XII Minggu (18/10/26).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, secara resmi menutup perlombaan Pacuan Kuda Bupati Kupang Cup XIII Tahun 2026 pada Minggu (18/10/2026) sore di Lapangan Pacuan Kuda Lifubatu, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur.

Perlombaan yang berlangsung selama lima hari, sejak 14 hingga 18 Oktober 2026, diikuti sedikitnya 110 ekor kuda dalam tujuh kelas pertandingan. Peserta berasal dari Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Timor Tengah Utara (TTU), Malaka, Belu, hingga Timor Leste.

Dalam sambutannya, Mateldius menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, pacuan kuda tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan atlet, pelestarian kuda Timor, dan penggerak ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan Menuju Kabupaten Kupang Emas, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan prestasi olahraga.

Turnamen ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan diselenggarakan bersama oleh Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

“Turnamen ini menjadi ruang penjaringan bibit atlet potensial sekaligus ajang uji tanding yang kompetitif bagi para joki, pelatih, dan kuda pacu lokal. Karena itu, pembinaan harus terus dilakukan agar atlet dan kuda pacu kita mampu bersaing pada tingkat regional maupun nasional,” tegasnya.

Mateldius juga menyampaikan selamat kepada para juara dan mengajak seluruh peserta untuk terus berlatih serta menjunjung tinggi sportivitas.

Ia berharap kegiatan ini terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi olahraga dan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Ketua PORDASI Kabupaten Kupang, Dr. Ir. Gustaf Oematan, mengatakan, pacuan kuda memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian daerah sekaligus mengembangkan olahraga dan pariwisata.
“Pacuan kuda ini merupakan kerinduan kita bersama. Kegiatan ini bukan hanya untuk melahirkan atlet-atlet berkuda, tetapi juga bagaimana kita menggerakkan perekonomian daerah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Gustaf.

Ia menjelaskan, PORDASI Kabupaten Kupang berencana menambahkan festival budaya pada penyelenggaraan tahun mendatang untuk menghidupkan kembali budaya lokal, menarik pengunjung, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Ia juga berharap adanya dukungan pemerintah daerah untuk membenahi fasilitas arena agar dapat digunakan dalam kejuaraan berskala lebih besar.

Penutupan kegiatan tersebut dihadiri Ketua PORDASI Provinsi NTT Jerry Manafe, anggota DPRD Kabupaten Kupang Saul Tameno, perwakilan Kapolres Kupang. Asisten I Sekda Kabupaten Kupang Guntur Taopan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kupang Marthen Rahakbauw. Sekretaris PORDASI Kabupaten TTU dr. Benhur Malelak, panitia penyelenggara, unsur TNI dan Polri, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Dk).

  • Bagikan