KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Sebanyak 16 suster dari Kongregasi Religious of the Virgin Mary (RVM) Distrik Indonesia akan merayakan Pesta Perak 25 tahun hidup membiara. Perayaan tersebut menjadi momentum syukur atas perjalanan panggilan, pelayanan, serta kesetiaan para suster dalam menjalani hidup membiara.
Perayaan Ekaristi Syukur Pesta Perak itu berlangsung Jumat (21/8/2026) pukul 16.00 Wita di Gereja Santa Maria Assumpta, Kota Baru, Kota Kupang. Misa syukur akan dipimpin Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr.
Ke-16 suster yang merayakan 25 tahun hidup membiara itu ialah Sr. Maria Kristina Uba Bataona, RVM; Sr. Maria Marselina Yenny Gambe, RVM; Sr. Maria Angelina Kero, RVM; Sr. Maria Agnes Laa, RVM; Sr. Maria Justina Jose Lopes, RVM. Juga Sr. Maria Rosina Manbait, RVM; Sr. Maria Amanda Nahak, RVM; Sr. Maria Ludgardis Namang, RVM; Sr. Maria Yuliana Natun, RVM; Sr. Maria Rofina Inna Papa, RVM. Dan Sr. Maria Marta Pau, RVM; Sr. Maria Agustina Mariana Rona, RVM; Sr. Maria Monika Seran, RVM; S. Maria Dorothea Tlaan, RVM; dan Sr. Maria Ernailinda Ukat, RVM.
Salah satu suster Maria Agustina Rona, RVM yang merayakan pesta perak mengatakan, 25 tahun hidup membiara bukan sekadar penanda perjalanan waktu. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mensyukuri panggilan yang telah diterima sekaligus merefleksikan perjalanan pelayanan selama seperempat abad.
“Pesta perak ini menjadi kesempatan bagi kami untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan selama 25 tahun menjalani panggilan hidup membiara. Banyak pengalaman yang kami lalui, baik suka maupun duka, tetapi semuanya menjadi bagian dari perjalanan panggilan dan pelayanan,” katanya.
Menurut dia, kehidupan membiara merupakan perjalanan yang membutuhkan kesetiaan, kerendahan hati, dan kesiapan untuk terus melayani. Karena itu, perayaan 25 tahun tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perayaan pribadi, tetapi juga sebagai ungkapan syukur bersama komunitas dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari karya pelayanan para suster.
“Yang paling penting bukan hanya sudah berapa lama kami hidup membiara, tetapi bagaimana selama perjalanan itu kami tetap setia menjalankan panggilan dan memberikan diri untuk melayani sesama,” ujarnya.
Perayaan tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi para suster untuk memperbarui semangat pelayanan serta memperkuat komitmen dalam menjalani kehidupan membiara ke depan.
Kehadiran para imam, biarawan, biarawati, keluarga, serta umat menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut. RVM Distrik Indonesia dalam undangannya menyampaikan bahwa kehadiran para undangan merupakan kebahagiaan bagi para suster yang merayakan pesta perak.
Dengan usia 25 tahun hidup membiara, pesta perak menjadi titik refleksi sekaligus awal untuk melanjutkan perjalanan panggilan.
Bagi para suster, kesetiaan selama seperempat abad bukanlah akhir, melainkan bekal untuk terus menghadirkan pelayanan dan kasih di tengah masyarakat. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




