Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Lurah Kolhua Mulai Konsolidasi, Tokoh Agama Dorong Penanganan Sampah

Lurah Kolhua Yanti Benu dan jajaran bersama Pastor Paroki Kolhua RD. Longginus Bone.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Sepekan lebih setelah dilantik, Lurah Kolhua Yanti Benu mulai membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari langkah awal menjalankan pemerintahan di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Pada Rabu (19/8/2026), Yanti Benu didampingi Sekretaris Lurah Kolhua Mesak Natun mengunjungi sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah tersebut.

Kunjungan itu dilakukan untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi dan meminta dukungan masyarakat dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan publik di Kelurahan Kolhua.

Salah satu tokoh agama yang ditemui adalah Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Asisi  Kolhua, RD Longginus Bone.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kelurahan membangun kolaborasi dengan tokoh agama dan berbagai elemen masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Yanti menyampaikan bahwa pemerintah kelurahan tidak dapat bekerja sendiri.

“Dukungan dan keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur masyarakat sangat penting untuk membantu pemerintah. Dalam hal ini untuk mengidentifikasi berbagai persoalan sekaligus menentukan prioritas pembangunan di wilayah Kolhua”, ucap Yanti.

Yanti juga memohon dukungan dari tokoh agama Katolik dan seluruh umat agar pelaksanaan tugas pemerintahan di Kelurahan Kolhua dapat berjalan baik, terutama dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum bagi lurah dan sekretaris lurah yang baru dilantik untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

RD Longginus Bone, yang akrab disapa Romo Dus Bone, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran lurah dan sekretaris lurah serta menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan keduanya.

Menurut dia, komunikasi antara pemerintah kelurahan dan tokoh agama perlu terus dibangun agar berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat ditangani secara bersama-sama.

Ia berharap pemerintahan Kelurahan Kolhua ke depan dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan kebersihan lingkungan, terutama masalah sampah.

Persoalan itu, menurut dia, perlu menjadi salah satu perhatian dalam program kerja pemerintah kelurahan karena masih terdapat sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi penumpukan atau penitipan sampah.

Salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian adalah kawasan sekitar Jembatan Petuk. Selain itu, sejumlah titik di lingkungan perumahan di Kelurahan Kolhua juga perlu ditata agar tidak menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan.

“Persoalan sampah perlu mendapat perhatian karena menyangkut kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Romo Dus Bone.

Ia berharap pemerintah kelurahan dapat mengajak masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur lainnya untuk membangun kesadaran bersama mengenai kebersihan.
Bagi pemerintah kelurahan, masukan tersebut menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi awal. Persoalan kebersihan bukan hanya berkaitan dengan pengangkutan sampah, tetapi juga menyangkut perilaku masyarakat, ketersediaan titik pembuangan yang tertata, serta pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang selama ini menjadi tempat penumpukan sampah.

Kunjungan Lurah Yanti Benu dan sekretaris Lurah Mesak Natun menjadi langkah awal untuk membangun pola kerja pemerintahan yang lebih terbuka dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Dengan komunikasi yang terbangun sejak awal, berbagai persoalan di Kelurahan Kolhua diharapkan dapat dipetakan dan ditangani secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat. (goe).

  • Bagikan