OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes, S.H., menjelaskan sejarah asal-usul nama Desa Manusak sekaligus menyampaikan kebanggaan atas pencapaian desa yang telah berturut-turut meraih status desa mandiri selama tiga tahun terakhir.
Hal ini disampaikan Arthur Ximenes saat menyampaikan pandangannya tentang perjalanan desa dan harapan ke depan pada Senin (10/8/2026).
Dia menjelaskan, nama Manusak diambil dari nama seorang tokoh lokal yang dijadikan teladan bagi seluruh warga desa.
Menurut dia, desa ini awalnya merupakan bagian dari Desa Pukdale dan menjadi desa definitif pada tahun 2006, setelah melalui proses perdebatan dan pertimbangan mendalam oleh panitia persiapan.
Nama Manusak, diambil dari garis keturunan almarhum Cakeryasar Manusimunawa atau Jetaimunawa, yang merupakan mantan Kepala Desa Manusak dan pelopor berdirinya desa ini.
Hingga tahun 2026 ini, Desa Manusak telah diakui sebagai desa mandiri selama tiga tahun berturut-turut, baik oleh Pemerintah Kabupaten Kupang, Pemerintah Provinsi NTT, maupun pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa.
Arthur Ximenes berharap, peringatan Kemerdekaan RI ke-81 tahun ini menjadi momen bagi seluruh warga untuk membebaskan diri dari “penjajahan” kemiskinan, keterbelakangan, dan ketidakadilan, serta mewujudkan visi Kabupaten Kupang Emas.
Menyangkut akses pendidikan bagi generasi muda, Arthur menyambut baik beroperasinya Sekolah Nasional Terintegrasi yang berlokasi di Desa Manusak sebagai bukti nyata komitmen Bupati Yosef Lede meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia berharap pembangunan sekolah tersebut cepat selesai sehingga anak-anak dapat belajar dengan tenang dan lahir generasi yang tangguh, cerdas, dan mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional.
Ia mengakui, ada pro-kontra dalam pembangunan desa Manusak, namun itu tidak boleh gengsi penghalang untuk maju.
“Kepentingan umum wajib kita utamakan, jauh lebih penting daripada kepentingan pribadi atau segelintir orang,” tegas Arthur sambil mengajak seluruh warga menyingkirkan perbedaan demi menata masa depan anak-anak yang lebih unggul dan siap menyambut Indonesia Emas tahun 2045. (Sintus). ,
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




