Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gebyar Lomba Jadi Ruang Anak PAUD Tumbuh Percaya Diri

Ketua MKKTK Kota Kupang Gabriel Anderias Kana.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Ajang Gebyar lomba PAUD Kota Kupang tidak sekadar menjadi arena perlombaan bagi anak-anak usia dini. Kegiatan tersebut dinilai menjadi ruang penting untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus mengembangkan kemampuan sosial anak sejak dini.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (MKKTK) Kota Kupang, Gabriel Andarias Kana, mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang telah menghadirkan ruang kreatif dan edukatif bagi anak-anak PAUD melalui kegiatan tersebut.

“Sebagai Ketua MKKTK Kota Kupang, saya sangat bangga dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang. Khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, yang telah memberi ruang bagi seluruh lembaga PAUD untuk terlibat dalam Gebyar Resilomba ini,” ujar Gabriel, Jumat (22/5/2026).

Menurut Kepala TK Kristen Dahlia, Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak itu, kegiatan seperti ini memiliki dampak besar terhadap perkembangan anak karena melatih keberanian tampil di depan umum, disiplin, serta kemampuan berekspresi.

Ia menilai keberhasilan anak-anak saat tampil di atas panggung bukan hasil latihan singkat menjelang perlombaan, melainkan buah dari proses pembiasaan yang dilakukan secara konsisten di sekolah.

“Ini menjadi kekuatan bagi guru-guru di setiap lembaga untuk mempersiapkan anak-anak lebih baik lagi ke masa mendatang,” katanya.

Gabriel mengingatkan seluruh kepala sekolah, pengelola, dan guru PAUD di Kota Kupang agar lebih aktif menghadirkan kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan sekolah.

Pembiasaan senam, olahraga, menyanyi lagu nasional maupun lagu daerah, menurut dia, perlu dilakukan secara rutin agar anak terbentuk menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter.

“Jangan nanti mendekati lomba baru kita melatih anak secara terburu-buru. Kalau sekolah memberi ruang ekstrakurikuler yang cukup, anak-anak akan terbiasa setiap hari dan kualitasnya tentu lebih baik,” ujarnya.

Ia menegaskan pendidikan anak usia dini tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, keberanian, disiplin, dan rasa cinta terhadap budaya serta bangsa.

“Pembentukan karakter harus mulai dipersiapkan sejak usia dini,” kata Gabriel.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang,

Roos Dethan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membangun karakter anak.

“Melalui kegiatan ini anak-anak belajar disiplin, percaya diri, bekerja sama, dan berani tampil di depan umum. Inilah bagian penting dari proses tumbuh kembang anak yang harus terus didukung,” ujarnya.

Menurut Roos, lomba senam dan berbagai kegiatan dalam Gebyar Resilomba juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung semangat menghadirkan ruang aman, sehat, dan menyenangkan bagi anak-anak.

“Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa anak-anak memiliki hak untuk bermain, belajar, berekspresi, dan berkembang secara sehat serta bahagia,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar anak-anak PAUD di Kota Kupang memiliki ruang kreatif untuk mengembangkan potensi mereka sejak dini. (goe).

  • Bagikan