KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Rangkaian lomba paduan suara tingkat Satuan Pendidikan PAUD Kota Kupang dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 resmi berakhir di Aula Hotel Kristal Kupang, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan bertema “Anak Indonesia Bahagia, Bangsa Kuat” itu berlangsung semarak, menghadirkan penampilan puluhan kelompok paduan suara anak usia dini yang tampil penuh percaya diri di hadapan dewan juri, guru pendamping, dan orang tua.
Setelah melalui proses penilaian yang berlangsung ketat selama tiga hari pelaksanaan, dewan juri menetapkan TK St Maria Ratu Karmel sebagai Juara I dengan perolehan nilai tertinggi 86,00. Posisi Juara II diraih TK Santa Maria Goreti dengan nilai 84,50, sedangkan Juara III ditempati TK Rosa Mystica dengan nilai 83,25.
Adapun kategori juara harapan masing-masing diraih KB Genesaret sebagai Harapan I dengan nilai 82,75, TK Santa Theresia Penfui sebagai Harapan II dengan nilai 81,50. Serta TK Kristen Siloam Kota Baru sebagai Harapan III dengan nilai 80,75.
Suasana aula sempat dipenuhi ketegangan saat panitia mulai membacakan hasil penilaian.
Sejumlah guru pendamping tampak saling menggenggam tangan, sementara para orang tua menanti penuh harap nama sekolah diumumkan. Tepuk tangan dan sorak sukacita langsung pecah ketika para juara disebut satu persatu.
Ketua Dewan Juri, Max Bolla, mengatakan seluruh peserta sebenarnya memiliki potensi vokal yang baik. Menurut dia, kualitas penampilan anak-anak sangat dipengaruhi proses pembinaan dan kesabaran pelatih dalam mendampingi peserta usia dini.
“Anak-anak tidak salah. Mereka punya suara yang luar biasa. Penampilan mereka di atas panggung ini adalah cerminan dari pelatih yang melatih mereka,” ujar Max saat memberikan evaluasi seusai perlombaan.
Ia menjelaskan, dari seluruh penampilan yang dinilai, masih ditemukan beberapa kelompok yang belum mampu menjaga keserempakan tempo dan harmoni suara secara utuh. Bahkan, terdapat peserta yang memulai lagu lebih dahulu sebelum diikuti anggota lainnya.
“Ada yang memulai lagu tidak sama-sama. Bahkan satu anak mulai duluan lalu yang lain mengikuti belakangan. Padahal ini paduan suara,” katanya.
Selain itu, dewan juri juga menyoroti teknik vokal sejumlah kelompok yang dinilai belum sesuai dengan karakter suara anak-anak. Menurut Max, sebagian peserta diarahkan menyanyi dengan nada terlalu tinggi sehingga terdengar memaksa.
“Tidak ada anak-anak yang suaranya jelek. Semua punya range suara yang baik dan luar biasa. Tinggal bagaimana pelatih mengelola suara mereka dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, penentuan juara dilakukan melalui proses seleksi ketat dengan menyaring 15 kelompok terbaik sebelum akhirnya menetapkan enam penampil unggulan berdasarkan aspek teknik vokal, kekompakan, penampilan panggung, penguasaan lagu, dan ketentuan lomba yang telah ditetapkan panitia.
“Kami melihat bahwa pelatih yang tekun dan sabar melatih anak-anak inilah yang akhirnya mendapatkan hasil terbaik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang PAUD dan PNF, Roos F.W. Dethan, menyampaikan profisiat kepada seluruh kepala satuan PAUD, para pendidik, orang tua, dan semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional 2026.
Menurut Roos, lomba paduan suara bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembentukan karakter anak usia dini melalui keberanian tampil, disiplin, kreativitas, dan semangat kebersamaan.
Ia berharap semangat pembinaan dan kreativitas anak-anak terus dipelihara hingga puncak peringatan Hari Anak Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli mendatang. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




