Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Di Balik Panggung Hari Terakhir, Guru dan Orangtua Ikut Deg-Degan

Beberapa guru sedang deg-degan menunggu pengumuman dewan juri lomba PAUD se-Kota Kupang.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Suasana Aula Hotel Kristal Kupang, Rabu (20/5/2026), berubah menjadi ruang penuh harap pada hari terakhir lomba paduan suara kelompok satuan pendidikan PAUD tingkat Kota Kupang. Di balik kemeriahan panggung dan gemuruh tepuk tangan, para guru pendamping hingga orangtua murid larut dalam ketegangan menanti pengumuman juara.

Sejumlah guru tampak duduk berjajar sambil berbincang pelan. Ada yang tersenyum untuk menutupi rasa gugup, ada pula yang sesekali memandangi layar telepon genggam sambil menunggu panitia naik ke atas panggung membawa hasil penilaian dewan juri.

Wajah-wajah lelah bercampur harapan terlihat jelas setelah selama tiga hari terakhir mereka mendampingi anak-anak berlatih dan tampil membawakan lagu terbaik di hadapan penonton dan dewan juri.

Theresia, guru dari TKK Negeri Kelapa Lima, mengaku suasana menunggu pengumuman juara menjadi momen paling menegangkan selama perlombaan berlangsung.

“Jujur kami semua deg-degan sekali karena semua sekolah tampil bagus-bagus. Tapi apa pun hasilnya, kami tetap bersyukur karena anak-anak sudah tampil maksimal dan berani tampil di depan banyak orang,” ujar Theresia.

Menurut dia, lomba paduan suara bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk membangun disiplin, keberanian, dan kerja sama sejak usia dini.

“Kami bangga melihat anak-anak bisa percaya diri tampil di panggung besar. Itu menjadi pengalaman berharga bagi mereka,” katanya.

Hal senada disampaikan Hegi dari PAUD LelaKapa, Kelurahan Fatululi.
Ia mengatakan suasana penantian juara justru menjadi momen kebersamaan antarguru PAUD di Kota Kupang.

“Kami datang dengan semangat belajar dan memeriahkan Hari Anak Nasional. Kalau menang tentu bersyukur, tetapi yang paling penting anak-anak menikmati prosesnya,” ujar Hegi.

Di tengah keramaian aula, rasa cemas juga dirasakan para orangtua murid yang sejak pagi setia mendampingi anak-anak mereka.
Jumina (28), salah satu orangtua peserta, mengaku ikut merasakan ketegangan ketika panitia mulai bersiap membacakan hasil lomba.

“Dari tadi saya juga ikut deg-degan. Anak-anak sudah latihan lama sekali, jadi kami orangtua pasti berharap mereka bisa dapat hasil terbaik,” kata Jumina sambil tersenyum.

Meski demikian, ia mengaku bangga melihat keberanian anak-anak PAUD tampil bernyanyi di atas panggung besar.

“Yang paling penting anak-anak senang dan percaya diri. Kami sebagai orangtua bangga sekali melihat mereka berani tampil,” ujarnya.

Sementara itu, Romanus dari TKK Ratu Karmel mengatakan suasana menunggu pengumuman juara menjadi pengalaman tersendiri bagi para guru pendamping maupun orangtua.

“Ketegangan pasti ada karena semua sudah berjuang dan berlatih cukup lama. Tetapi kami percaya dewan juri memberikan penilaian secara objektif,” kata Romanus.

Ia berharap kegiatan seni dan kreativitas bagi anak usia dini terus diperbanyak karena dinilai mampu mengembangkan bakat sekaligus membentuk karakter anak sejak dini.

Menjelang pengumuman juara, suasana aula semakin riuh. Tepuk tangan dan sorak kecil terdengar ketika panitia mulai memasuki ruangan membawa amplop hasil penilaian. Beberapa guru tampak saling menggenggam tangan dan berdoa agar sekolah mereka memperoleh hasil terbaik.

Bagi para guru dan orangtua, kemenangan memang membanggakan. Namun lebih dari itu, kebersamaan mendampingi anak-anak tampil percaya diri di atas panggung menjadi hadiah paling berharga dalam perayaan Hari Anak Nasional tahun ini. (goe).

  • Bagikan