Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bertahun-tahun Rusak, Pemuda Kupang Swadaya Perbaiki Jalan di Depan GOR Oepoi

Tampak pemuda Kota Kupang meratakan material tanah urug di jalan depan GOR Oepoi, Kota Kupang.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Jalan depan GOR Oepoi rusak sejak belasan tahun lalu. Meski berada di dekat Pemerintah Kota Kupang dan provinsi namun tidak kunjung diperbaiki.

Hal ini memicu sejumlah pemuda di Kota Kupang. Bersama komunitas pemerhati persoalan sosial pemuda Kota Kupang melakukan aksi swadaya memperbaiki jalan rusak di depan GOR Oepoi, Kamis (26/3/2026).

Perbaikan dilakukan secara gotong-royong dengan menimbun lubang jalan menggunakan material tanah.

Kegiatan ini diinisiasi oleh kalangan pengusaha muda dan pemerhati sosial yang prihatin terhadap kondisi jalan yang berlubang dan kerap mengganggu aktivitas masyarakat.

Tanpa menunggu penanganan resmi, mereka memilih turun langsung melakukan perbaikan dengan kemampuan yang ada.

Salah satu pemuda, Yohanes Dei Putra, mengatakan perbaikan dilakukan menggunakan tanah urug kasar untuk menutup lubang-lubang di badan jalan. Seluruh proses dikerjakan secara manual oleh para pemuda yang terlibat.

“Material yang digunakan hanya tanah urug kasar untuk menimbun lubang yang selama ini hancur. Semua dikerjakan secara manual dengan tenaga sendiri,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rio Ngambar. Ia menegaskan, kegiatan tersebut murni merupakan bentuk kepedulian sosial pemuda, tidak ada kaitan dengan kepentingan politik apapun.

“Pendanaan berasal dari patungan teman-teman pemerhati. Tidak ada afiliasi politik dalam kegiatan ini. Ini murni kepedulian terhadap kondisi lingkungan,” katanya.

Menurutnya, waktu pengerjaan tidak ditentukan secara pasti karena seluruh proses bergantung pada tenaga yang tersedia di lapangan.

Para relawan meratakan timbunan tanah secara manual tanpa alat berat.
Meski dilakukan secara sederhana, aksi ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar.

Perbaikan jalan dinilai membantu kelancaran aktivitas warga yang selama ini terganggu akibat kondisi jalan rusak.

“Setidaknya masyarakat bisa lebih nyaman beraktivitas. Walaupun sederhana, kami berharap ini bisa membantu pemerintah mengatasi persoalan yang ada di depan mata,” ujar Yohanes.

Para inisiator juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap fasilitas umum di lingkungan masing-masing.

Mereka menilai kolaborasi antara warga, pemuda, dan komunitas menjadi kunci dalam mendorong perubahan.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum. Hal kecil yang dilakukan bersama bisa memberi dampak besar bagi masyarakat,” kata Rio.

Ia menambahkan, kolaborasi seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh dan memicu keterlibatan lebih luas dari masyarakat dalam mendukung pembangunan di Kota Kupang. (goe).

  • Bagikan