Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Musrenbang Bello 2027: Dari Jalan Lingkungan hingga Embung Petani, Warga Menyusun Arah Pembangunan Berbasis SDM dan Keadilan Sosial

Susana Musrenbangkel Bello.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Bello Tahun pembangunan 2027 menjadi ruang strategis bagi warga dan pemerintah untuk menyatukan kebutuhan riil masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan Kota Kupang.

Forum tahunan yang digelar di Aula Kantor Lurah Bello, Kamis (5/2/2026), menegaskan komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat, berkarakter, inklusif, dan berkelanjutan, dimulai dari akar paling dasar: kelurahan.

Musrenbangkel Bello dihadiri Plt Camat Maulafa, Imanuel Eliaser Ully, Lurah Bello Robinson Lona, Sekretaris Lurah Deni Paty. Juga Ketua LPM Yosep Nubrihas, para ketua RT dan RW. Serta perwakilan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Puskesmas Sikumana.

Dalam rekaman video yang diperdengarkan di hadapan peserta, Wali Kota Kupang menegaskan, Musrenbang kelurahan merupakan tahapan penting dalam sistem perencanaan pembangunan daerah.

Ia menyampaikan, pemerintah kota menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp500 juta untuk kepentingan pembangunan di tingkat kelurahan, yang penggunaannya harus berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

“Musrenbang kelurahan bukan sekadar formalitas, tetapi ruang menentukan arah pembangunan dari bawah. Semua usulan harus menjawab kebutuhan warga dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup,” ujar Wali Kota Kupang dalam pesannya.

Sementara itu, Plt Camat Maulafa, Imanuel Eliaser Ully, menekankan, Musrenbang merupakan amanat undang-undang yang harus dijalankan secara partisipatif.

Forum ini, menurutnya, menjadi wadah strategis untuk membahas persoalan-persoalan dasar masyarakat, mulai dari infrastruktur sosial, ekonomi, hingga budaya.

“Semua kepentingan dasar masyarakat Kelurahan Bello harus dibahas dan diperjuangkan melalui Musrenbang. Usulan itu nantinya disampaikan melalui jalur eksekutif, dan juga dapat diperkuat lewat jalur politik melalui DPR maupun DPRD saat masa reses, setelah menyerap aspirasi warga,” kata Ully.

Sejumlah usulan konkret mengemuka dari tingkat lingkungan.
Ketua RT 14 Sort Selan mengusulkan pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan serta pemasangan lampu penerangan jalan umum sebagai kebutuhan mendesak warga.

Hal senada disampaikan Ketua RT 8, Renol Tuan, yang mengusulkan pembangunan jalan, jembatan, serta lampu jalan.

Ia juga menyoroti kebutuhan air bersih dengan mengusulkan pembangunan bak air bagi warga di jalur empat puluh wilayah RT 14.
Dari tingkat wilayah, Ketua RW 003, Goris Takene, menyampaikan usulan pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 1.500 meter, pemasangan lampu penerangan jalan. Serta pembangunan embung untuk mendukung aktivitas pertanian warga.

Menurutnya, infrastruktur dasar menjadi fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan sekaligus daya saing masyarakat.

Musrenbang Kelurahan Bello 2027 menutup rangkaian diskusi dengan komitmen bersama untuk mengawal usulan agar masuk dalam prioritas pembangunan kota.

Forum ini menegaskan pembangunan SDM yang unggul tidak dapat dilepaskan dari penyediaan infrastruktur dasar yang adil, merata, dan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan tempat warga hidup dan beraktivitas sehari-hari. (goe).

  • Bagikan