KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Suasana haru menyelimuti umat Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (1/2/2026).
Pada kesempatan itu, Pater Jimmi Hayon, SVD, berpamitan kepada umat sebelum kembali menjalankan tugas perutusannya sebagai imam misionaris Katolik di Negara Mosambique, Afrika Utara.
Hal tersebut disampaikan Pater Jimmi saat memimpin Perayaan Ekaristi bersama umat Stasi Bello, didampingi Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, RD Dus Bone.
Sebelum berkat penutup, Pater Jimmi mengungkapkan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin selama masa cuti dan kunjungannya di Kupang, sekaligus memohon dukungan doa dari seluruh umat.
“Saya mohon doa dan dukungan dari umat sekalian, bukan hanya untuk saya, tetapi juga bagi semua misionaris yang sedang berkarya di daerah-daerah sulit. Semoga kami tetap setia, kuat, dan penuh harapan dalam menjalani tugas perutusan serta panggilan imamat,” ujar Pater Jimmi di hadapan umat.
Pater Jimmi juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Pastor Paroki Kolhua dan para imam rekan, serta seluruh umat Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua. Selama kurang lebih dua bulan berada di Kupang, ia mendapat kesempatan untuk merayakan Ekaristi bersama umat, baik di pusat paroki maupun di beberapa stasi.
“Kebersamaan ini menjadi sumber kekuatan dan penyegaran rohani bagi saya sebelum kembali ke medan misi,” kata Pater Jimmi.
Ia dijadwalkan kembali ke Mosambi pada 4 Februari 2026 untuk melanjutkan pelayanan pastoral di wilayah misi tersebut.
Sementara itu, RD Dus Bone dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pater Jimmi atas kehadiran dan pelayanannya selama berada di Paroki Kolhua.
Ia juga mengajak umat untuk terus mendoakan para misionaris yang mengabdikan diri di berbagai belahan dunia.
“Semoga Pater Jimmi senantiasa dianugerahi kesehatan, keteguhan iman, dan semangat pelayanan dalam menjalankan tugas perutusan di tanah misi,” ujar RD Dus Bone.
Perayaan Ekaristi penutup tersebut menjadi momen reflektif sekaligus penguatan iman bagi umat Stasi Bello, yang dengan penuh kehangatan melepas Pater Jimmi untuk kembali melayani Gereja di Afrika Utara.
(goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




