KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Kisah cinta yang tumbuh jauh di Tanah Papua akhirnya berlabuh di altar suci.
Wilibrodus Genta Ramadhan dan Maria Enjelita Korebima resmi mengakhiri masa lajang melalui Sakramen Perkawinan Kudus yang berlangsung khidmat di Gereja Santa Maria Assumpta, Kota Kupang, Selasa sore (20/1/2026).
Genta Ramadhan, yang akrab disapa Genta, diketahui bekerja di sebuah perusahaan nikel di Bintuni, Papua. Sementara sang mempelai wanita, mengabdikan diri sebagai guru di salah satu sekolah yang berada dalam lingkup perusahaan yang sama.
Meski berada dalam ruang kerja yang berbeda, pertemuan di tanah perantauan itu justru menjadi awal kisah cinta mereka.
Cinta Genta dan Maria bersemi di Bintuni, Papua. Dalam kebersamaan sebagai sesama perantau, keduanya saling mengenal, menguatkan, dan menumbuhkan komitmen hingga akhirnya sepakat melangkah ke jenjang pernikahan.
Perjalanan kasih yang sederhana namun tulus itu pun dipersembahkan di hadapan Tuhan melalui Sakramen Perkawinan.
Pemberkatan nikah berlangsung penuh doa dan penghayatan, disaksikan imam, para saksi, keluarga, kerabat, serta umat yang memenuhi gereja. Namun suasana haru begitu terasa saat prosesi pengucapan janji suci.
Genta Ramadhan yang baru saja resmi memeluk iman Katolik itu, sempat terhenti beberapa menit ketika mengikrarkan sumpah pernikahan di depan altar Tuhan.
Air mata cinta.
Air mata tak terbendung ketika Genta menyadari dirinya berdiri seorang diri tanpa kehadiran orang tua dan sanak saudara. Seluruh keluarga besar mempelai pria diketahui menetap di Bintuni, Papua.
Jarak dan keterbatasan waktu membuat mereka belum dapat hadir menyaksikan momen sakral tersebut.
Sebaliknya, pemberkatan ini dihadiri sebagian besar keluarga dan kerabat dari mempelai wanita, Maria Korebima, yang datang memberikan dukungan dan doa.
Perpaduan rasa haru, bahagia, dan syukur menyelimuti seluruh rangkaian perayaan pernikahan tersebut.
Pemberkatan di Gereja Santa Maria Assumpta menjadi tonggak penting dalam kehidupan Genta Ramadhan dan Maria Korebima, sekaligus awal baru untuk membangun keluarga Katolik yang berlandaskan iman, kasih, dan kesetiaan.
Janji sehidup semati yang diikrarkan di hadapan Tuhan menjadi peneguhan atas cinta yang telah mereka rawat sejak di tanah rantau.
Usai perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana sebagai ungkapan syukur bersama keluarga dan para undangan.
Doa dan harapan mengalir agar bahtera rumah tangga yang baru dibangun Genta Ramadhan dan Maria Enjelita Korebima senantiasa diberkati, dikuatkan, dan dilimpahi kebahagiaan dalam lindungan Tuhan. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




