KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Semangat Natal yang sarat akan kasih, kepedulian, dan kebersamaan nyata terasa dalam perayaan Natal bersama Wilayah Dua Jemaat GMIT Effata Bello, Jumat (2/1/2026).
Perayaan ini dirangkai dengan pembagian bingkisan kasih Natal kepada para lanjut usia (lansia), sebagai wujud iman yang hidup dan kepedulian gereja terhadap sesama, khususnya mereka yang telah lebih dahulu menapaki perjalanan hidup.
Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai ibadah Natal yang berlangsung dengan khidmat. Natal bersama ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas kelahiran Yesus Kristus, Sang Juruselamat. Juga diterjemahkan dalam tindakan kasih yang nyata melalui perhatian dan sentuhan kasih kepada para lansia di wilayah pelayanan tersebut.
Ibadah Natal dipimpin oleh Pendeta Yunita Elisabet Ratu Lobo Abola, M.Th, yang dalam khotbahnya menegaskan bahwa Natal adalah peristiwa iman tentang kehadiran Allah yang menyelamatkan, khususnya di tengah kehidupan keluarga.
Ia mengajak jemaat untuk menjadikan keluarga sebagai ruang utama perjumpaan dengan kasih Allah yang memulihkan.
“Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga. Keluarga yang bersyukur adalah tempat pemulihan hubungan,” tutur Pendeta Yunita.
Menurutnya, pemulihan relasi dalam keluarga hanya mungkin terjadi ketika setiap anggota keluarga mau berdamai dengan diri sendiri, membuka hati, serta membangun rekonsiliasi dengan sesama.
Ia menekankan, Natal tidak boleh berhenti pada perayaan seremonial semata, melainkan menjadi panggilan iman untuk memperbaharui relasi, baik relasi dengan Allah, dengan diri sendiri, maupun dengan sesama, terutama dalam lingkup keluarga sebagai gereja yang paling kecil.
Sementara itu, Ketua Wilayah Dua GMIT Effata Bello, Minggus Takene, dalam pesan Natalnya menegaskan pentingnya kebersamaan sebagai satu keluarga besar di dalam Kristus.
Ia mengajak seluruh jemaat untuk terus menumbuhkan sikap saling mengasihi, saling memperhatikan, dan saling menopang dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita semua adalah keluarga Allah. Karena itu, kita dipanggil untuk saling mengasihi, saling peduli, dan saling menopang satu dengan yang lain,” ujarnya.
Momen Natal bersama ini juga diwarnai suasana haru saat Calon Fikaris Maria Ernilia Bere, S.Th, menyampaikan pamit kepada jemaat GMIT Effata Bello.
Setelah hampir dua tahun melayani dan bertumbuh bersama jemaat, ia akan melanjutkan pelayanan di tempat tugas yang baru.
Dalam ungkapan perpisahannya, Maria Ernilia Bere menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kebersamaan, dukungan, dan kasih yang ia terima selama menjalani pelayanan di Jemaat GMIT Effata Bello.
“Saya bersyukur atas setiap proses, kebersamaan, dan pembelajaran iman bersama jemaat. Terima kasih atas doa, penerimaan, dan kasih yang tulus selama saya melayani di tempat ini,” ungkapnya dengan penuh haru.
Perayaan Natal bersama Wilayah Dua GMIT Effata Bello ini menjadi pengingat, makna sejati Natal terwujud ketika kasih Allah tidak hanya dirayakan dalam ibadah. Tetapi dihidupi dalam tindakan nyata, melalui kepedulian sosial, penghormatan kepada para lansia. Serta komitmen membangun keluarga dan persekutuan yang saling menguatkan dalam iman dan kasih. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




