KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Kota Kupang, Joni Andirias Higa Huki, S.Pd., MM, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pelaksanaan Festival Lomba Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional tingkat Kota Kupang. Kegiatan akan digelar pada 5–6 Desember 2025 di pelataran Gereja Katolik Santo Fransiskus Assisi Kolhua.
Dalam dukungan tersebut, K3S memastikan akan menghadirkan 100 tim anak SD, terdiri dari 50 tim sikidoka dan 50 tim tali merdeka, dengan masing-masing tim beranggotakan 10–20 orang.
Dukungan ini, menurut Joni, merupakan bentuk komitmen K3S untuk menghidupkan kembali warisan permainan rakyat di kalangan anak usia sekolah.
Susunan pengurus K3S Kota Kupang yang hadir antara lain:
Ketua: Joni Andirias Higa Huki, S.Pd., MM
Sekretaris I: Surahman Husein, S.Pd.
Sekretaris II: Emanuel Nata Huler, S.Pd., Gr.
Festival ini akan memperlombakan berbagai permainan tradisional seperti tali merdeka, hadangan, galasing, sikidoka, dan gasing. Kegiatan diselenggarakan oleh Ketua KPOTI Kota Kupang, Gregorius Takene, bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Kupang melalui PLT Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang diwakili Kabid Pendidikan Dasar, Okto Naitboho.
Ia menegaskan bahwa dinas siap membantu pelaksanaan lomba, termasuk penyediaan hadiah dan hiburan bagi para peserta.
Ketua Panitia, Johni Eduard Rihi, menjelaskan, kegiatan ini selain menghadirkan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan jugabakan dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Kupang Serena Francis.
Kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali budaya permainan dan olahraga tradisional yang mulai tergerus oleh perkembangan dunia modern.
Ia berharap festival tersebut dapat menjadi rekomendasi resmi kepada Kementerian Kebudayaan lewat Balai Pelestarian Kebudayaan agar nantinya dicatat sebagai aset budaya bangsa.
Sementara itu, Ketua KPOTI Kota Kupang, Gregorius Takene, menegaskan, permainan rakyat memiliki peran penting dalam menumbuhkan kreativitas, kegotongroyongan, dan nilai-nilai sosial pada anak.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, karakter anak-anak dapat dibentuk kembali lewat permainan tradisional yang diwariskan leluhur.
Festival ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan permainan rakyat di Kota Kupang sekaligus memperkuat identitas budaya generasi muda. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




