Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bakal Ada Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Gasing dan Sikidoka di Bello

Inilah 2 dua permainan tradisional Sikadoka dan gasing yang akan dipertandingkan pada festival di kelurahan Bello.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Warga Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT akan menggelar Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional. Ajang ini akan mempertandingkan dua permainan tradisional yaitu gasing dan sikidoka.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua RW 003 Bello, Goris Takene, di Kupang, Jumat (21/11/2025) siang.

Menurutnya, festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada awal Desember 2025 dan akan dipusatkan di Lapangan Bola Nunhala Bello, dengan mempertimbangkan situasi cuaca.

“Jika tidak turun hujan, festival akan digelar di lapangan Nunhala Bello. Tetapi apabila hujan, kami akan berkoordinasi dengan pihak gereja untuk memindahkan kegiatan ke Aula Paroki Santo Fransiskus Assisi Kolhua,” jelas Goris Takene, yang juga adalah Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Daerah (KPOTI) Kota Kupang.

Lebih lanjut, mantan wartawan tersebut menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk melestarikan budaya daerah, memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap kearifan lokal.

Selain itu, permainan tradisional juga memiliki nilai edukatif karena melatih kerja sama tim, strategi, sportivitas, empati, serta menjadi alternatif hiburan yang sehat di tengah maraknya ketergantungan pada teknologi digital.

“Kegiatan ini bukan hanya lomba, tetapi ruang belajar nilai-nilai kehidupan dan kebersamaan,” tegas ASN pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang tersebut.

Rencananya, festival akan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Pelestarian Budaya Wilayah XVI NTT.

Selain dukungan dari Balai Pelestarian Budaya juga dukungan datang dari Sekretaris Lurah Kelurahan Bello, Deny Patty. Ia menilai kegiatan ini sangat positif dan memiliki peran strategis dalam menjaga warisan budaya daerah.

“Kami dari pihak kelurahan sangat mendukung penuh niat baik Komite KPOTI Kota Kupang untuk menggelar festival ini. Kegiatan seperti ini harus terus digalakkan karena bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan budaya leluhur,” ungkap Deny Patty di ruang kerjanya hari yang sama.

Sebelumnya, Ketua KPOTI NTT, Sandro Wanga, menyampaikan bahwa setiap event budaya harus menjadi momentum membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap identitas budaya lokal.

“Semua pagelaran budaya harus mendorong anak muda mencintai budaya sendiri dan terus melestarikannya sebagai aset bangsa,” ujar Sandro Wanga.

Festival ini diharapkan menjadi wadah positif untuk memperkuat kebersamaan serta memperkokoh jati diri budaya masyarakat NTT. (goe).

  • Bagikan