Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Nostalgia Ibu-ibu di Bello Hidupkan Permainan Tradisional Sikadoka

Ibu-ibu di Kelurahan Bello bermain sikadoka dalam festival budaya.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Suasana Lapangan Nunhala, Kelurahan Bello, Kota Kupang, Minggu (9/11/2025) sore berubah menjadi ruang nostalgia.

Gelak tawa dan sorak-sorai terdengar ketika sekelompok ibu rumah tangga dari berbagai RT tampil memainkan permainan tradisional sikadoka dalam pentas seni tingkat kelurahan.

Permainan yang dulu akrab di masa kanak-kanak itu seolah kembali menemukan tempatnya di tengah arus modernisasi.

Sikadoka, permainan yang mengandalkan gerak ritmis, kelincahan, dan kekompakan, pernah menjadi bagian penting dari interaksi sosial anak-anak di kampung-kampung di Timor. Namun dalam beberapa dekade terakhir, permainan itu perlahan terpinggirkan seiring dominasi gawai dan media digital dalam keseharian anak-anak.

Kornalia Tuan, warga RT 006/RW 003, menyambut baik kebangkitan permainan itu.

“Anak-anak sekarang lebih dekat dengan layar daripada tanah lapang. Sikadoka ini bukan hanya permainan, tapi cara untuk membangun kebersamaan dan gerak tubuh. Kita ingin mereka tahu bahwa ada kegembiraan yang sederhana, tanpa internet,” katanya.

Sriyati Reke, warga RT 009/RW 004, mengaku ikut tampil bukan semata untuk pentas, tetapi juga sebagai ruang untuk bernafas sejenak dari rutinitas rumah tangga.

“Kami sehari-hari penuh pekerjaan dan pikiran. Main begini bikin hati ringan dan badan segar lagi. Rasanya seperti kembali ke masa kecil,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Yetti Bistolen, warga RT 008/RW 004, menegaskan perlunya keberlanjutan kegiatan sejenis.

“Kalau hanya festival, nanti hilang lagi. Harus ada ruang bermain yang rutin, supaya anak-anak ikut terlibat. Ini bagian dari identitas budaya kita. Kalau tidak dirawat, lama-lama hanya tinggal cerita,” tuturnya.
Pentas seni di Bello sore itu menghadirkan pesan yang lebih dalam dari sekadar hiburan.

Ia menjadi pengingat, permainan tradisional bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari memori kolektif, ikatan sosial, serta cara masyarakat mewariskan nilai kebersamaan kepada generasi berikut. (goe).

  • Bagikan