OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — GMIT Imanuel Ponain Amarasi merayakan 50 tahun kehadirannya, Jumat, (31/10/2025).
Ada hadiah terbesar bagi seluruh jemaat sebagai buah kerja keras selama ini yakni peresmian gedung baru yang lebih megah.
Sebagai ungkapan syukur atas perayaan 50 tahun GMIT Imanuel Ponain, dilaksanakan ibadah bersama, di pimpin Pendeta Hawa Bilaut Kaseh.
Ketua Majelis Sinode GMIT, Samuel Pandie yang menahbiskan gedung ibadah ini, dalam suara gembalanya menyatakan, bicara soal usia, sampai kapanpun tidak ada yang bisa menggugurkan gereja.
Tugas jemaat, kata Pendeta Samuel adalah menunjukkan gereja itu betul-betul ada.
“Gereja bagus, gereja besar, adakala jemaat tidak masuk beribadah. Keberadaan gedung gereja diyakini bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi bertumbuh dari iman jemaat untuk selalu mendekatkan diri dengan Tuhan,” ungkapnya.
Menurut dia, gereja tetap terus memperbaharui diri.
Dia mengakui kekuatan iman Jemaat GMIT Imanuel Ponain dalam proses pembangunan gedung gereja.
“Pernah sampai ambruk bangunannya, tetapi jemaat hebat tetap bertahan hingga sekarang di usia 50 tahun dapat memiliki gedung ibadah yang bagus”, kisah dia.
“Usia GMIT yang ke 78 tahun, dan GMIT Imanuel Ponain yang ke 50 tahun, sepatutnya kita bangga sebagai GMIT. Saya berdoa, persekutuan jemaat GMIT tetap baik, dan menghasilkan banyak kebaikan,”katanya.
Sementara Bupati Kupang Yosef Lede dalam sekapur sirihnya mengucapkan selamat ulangtahun bagi GMIT Imanuel Ponain, juga HUT GMIT yang ke 78.
Menurut Yosef, gereja ini sudah bagus dan apabila ada yang sudah tercerai berai selama pelaksanaan pembangunan, panggil kembali. Bangunan sudah bagus, semoga jemaat juga sering masuk gereja.
Yos menambahkan, gereja harus bertumbuh di dalam iman dan berpengharapan. Jadikan gereja sebagai rumah berkat bagi jemaat.
“Apapun yang di utarakan dalam rumah Tuhan, saya yakini di berikan berkat. Dan tahun ini Tuhan beri berkat luar biasa melalui curah hujan yang baik. Siapkan lahan untuk menanam. Menanam sebanyak-banyaknya sehingga ada peningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Yosef.
Menurut dia, pemerintah akan terus memberikan dukungan bagi masyarakat yang mau bergerak maju.
Ia mengajak pemerintah dan gereja bergandengan tangan menjalankan program-program yang memberikan kesejahteraan hidup. “Tentu berpegang pada satu keyakinan bahwa Tuhan buka jalan dan memberikan berkat bagi daerah Kabupaten Kupang”, tandas dia.
Hal sama disampaikan Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Alexon Lumba yang mewakili Gubernur NTT.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT memandang, gereja dan pemerintah memiliki tanggung jawab moral yang sejalan yaitu membangun manusia seutuhnya baik secara rohani, intelektual dan sosial ekonomi.
Menurut dia, Gereja membangun dalam iman, pemerintah membangun dalam kebijakan. Keduanya berpadu untuk menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat dan memuliakan Tuhan melalui pelayanan publik.
“Kehadiran gedung ibadah ini hendaknya menjadi pusat pertumbuhan buah-buah roh dalam kehidupan jemaat Imanuel Ponain. Dari tempat inilah kasih harus terpancar kepada sesama, sukacita menjadi semangat pelayanan. Damai sejahtera mengalir ke keluarga, dan kesetiaan kepada Tuhan menjadi dasar setiap karya. Inilah wujud gereja yang hidup yaitu gereja yang menghadirkan Kristus dalam tindakan nyata,” terang mantan penjabat Bupati Kupang ini.
Hadir pula pada kesempatan itu anggota DPRD Anthon Natun, Kadis PUPR Tonci Teuf. Kadis Peternakan Pandapotan Siallagan, Kabag Prokopim Beni Selan dan Camat Amarasi Jangan Modok. (Merc).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




