KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Ironis, di tengah geliat pembangunan Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi, masih ada jalan di dalam wilayah kota yang hingga kini belum tersentuh aspal.
Salah satunya berada di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa — jalan sepanjang sekitar tiga kilometer yang menghubungkan wilayah Bello dengan Dusun Atonifui, Desa Oelomin, Kabupaten Kupang.
Sudah lima tahun berlalu sejak jalan itu dibuka secara swadaya oleh warga, belum ada tindak lanjut dari pemerintah kota. Akibatnya, jalur itu masih berupa tanah berbatu dan sulit dilalui, terutama pada musim hujan.
Tokoh masyarakat Bello, Corinus Tuan, mengungkapkan kekecewaannya atas minimnya perhatian pemerintah terhadap akses penting tersebut.
“Tahun 2020 kami buka jalan ini dengan tenaga dan biaya sendiri supaya masyarakat di perbatasan tidak terisolasi. Tapi sampai sekarang belum juga diaspal. Kami berharap pemerintah memberi perhatian lanjutan, bukan hanya fokus di pusat kota,” ujar Corunus, Senin (20/10/2025).
Ketua RW 003 Kelurahan Bello Goris Takene juga membenarkan kondisi jalan tersebut.
Ia menilai sudah saatnya Pemkot Kupang turun tangan untuk meningkatkan kualitas jalan dengan pengerasan atau lapen.
“Benar, jalan ini masih tanah. Kami berharap pemerintah tidak menutup mata. Warga sudah berbuat, kini tinggal pemerintah yang melanjutkan,” tegasnya.
Warga menilai perhatian pemerintah terhadap pemerataan infrastruktur di wilayah pinggiran kota masih minim. Padahal, jalan seperti ini menjadi urat nadi aktivitas warga, termasuk petugas kesehatan dan aparat yang rutin melewati jalur itu untuk pelayanan masyarakat. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




