Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pagi di Kota Kupang Rintik Hujan Pertama, Menyambut Siklus Hidup yang Terlahir Kembali

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Pagi ini, Kota Kupang terbangun dengan wajah yang lebih segar dan teduh. Setelah sekian lama menahan dahaga, akhirnya rintik hujan pertama kembali menyapa tanah-tanah dan batu karang yang kering kerontang.

Meski hanya gerimis ringan, tetesan air itu membawa makna yang jauh lebih dalam—sebuah penanda kehidupan yang kembali berdenyut dan bergerak.

Hujan semalam Minggu (7/9) adalah salam pertama di semester kedua tahun 2025, setelah bumi menanti dengan sabar sejak Mei lalu.

Tetesan-tetesan itu tidak hanya membangunkan tanah yang lama gersang, tetapi juga membangkitkan harapan-harapan yang sempat terpendam. Mereka adalah isyarat bahwa alam sedang memulai siklus baru, siklus yang penuh dengan janji dan peluang.

Jalan-jalan di pagi ini terlihat lebih bersih, daun-daun lebih segar berwarna hijau, dan udara membawa aroma khas tanah basah yang membangkitkan kenangan tentang ketenangan dan kesejukan yang selama ini dirindukan. Suasana pagi ini bukan hanya menyegarkan raga, melainkan juga menenangkan jiwa yang haus akan perubahan.

Kepada para petani, inilah saatnya untuk segera bergegas mempersiapkan bibit dan membuka lahan tanam. Hujan pertama ini adalah panggilan alam, sinyal yang mengingatkan bahwa waktunya menanam dan menumbuhkan kehidupan baru telah tiba. Jangan sia-siakan kesempatan ini, karena di balik rintik hujan tersimpan harapan panen yang melimpah.

Sementara itu, kepada pemerintah, mari bersama kita jaga kelancaran air hujan dengan meratakan saluran-saluran air yang ada. Terutama di kawasan pemukiman padat, perawatan yang serius harus dilakukan agar aliran air tidak tersumbat dan tidak menimbulkan banjir yang merugikan warga. Dengan penanganan yang tepat, kita dapat menjaga keseimbangan antara alam dan kehidupan Kota Kupang, menghindari kerusakan dan kesulitan yang tak perlu.

Alam mengajarkan kita bahwa setiap masa kering pasti berakhir, bahwa jeda adalah bagian dari perjalanan, dan bahwa harapan, seperti hujan, selalu datang tepat pada waktunya. Mari kita sambut momen ini dengan kesiapan dan semangat, menapaki siklus hidup yang baru dengan penuh keyakinan. (Goris Takene Pengelolah TBM-GT).

  • Bagikan