Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mewarnai dengan Iman, Warna-Warni Ceria Anak Kolhua di Hari Minggu

Anak-anak paroki St.Fransiskus Asisi Kolhua sedang asyik mewarnai.

KUPANG,FLOBAMORA-SPOT — Suasana aula Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kota Kupang berubah menjadi lautan warna dan tawa anak-anak pada Minggu siang itu.

Puluhan anak usia dini dari Stasi Bello, Noelsinas, dan pusat paroki, memenuhi ruangan. Mereka duduk bersila di atas karpet merah dengan wajah antusias, siap mengikuti lomba mewarnai yang telah dinanti-nanti.

Di hadapan mereka, meja-meja kecil telah tertata rapi, lengkap dengan selembar kertas sketsa wajah Santo Fransiskus dari Assisi, pelindung paroki mereka.

Tangan-tangan mungil itu mulai bergerak lincah, memegang pensil warna dan krayon, memberi kehidupan pada gambar yang sebelumnya hanya berupa garis hitam putih.

Lomba mewarnai ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional, sekaligus menyongsong Pesta Famili Santo Fransiskus dari Assisi, Oktober mendatang.

Pastor Paroki RD Longginus Bone hadir menyapa para peserta dengan penuh kasih.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan anak sejak dini dalam kegiatan gereja.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak bukan hanya belajar tentang iman, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan, kreativitas, dan rasa cinta terhadap pelindung paroki mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Shinta Desta, anggota dewan juri, memberikan beberapa arahan sebelum lomba dimulai.

Ia mengingatkan anak-anak peserta lomba untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan penggunaan warna dalam karya mereka, mengingat waktu yang disediakan hanya satu jam.
Meski terlihat seperti permainan sederhana, lomba mewarnai menyimpan segudang manfaat bagi tumbuh kembang anak.

Selain melatih motorik halus, konsentrasi, dan ketekunan, kegiatan ini juga menjadi sarana ekspresi diri, membangun rasa percaya diri. Dan mengajarkan anak untuk menghargai hasil karyanya sendiri.

Di tengah keseriusan anak-anak menggoreskan warna, tampak pula senyum bangga para orang tua yang mendampingi. Dukungan mereka menjadi kekuatan dalam menyukseskan acara ini.
Aula paroki hari itu bukan hanya menjadi tempat lomba, melainkan juga ruang perjumpaan penuh kasih. Di mana iman, kreativitas, dan kebahagiaan anak-anak bertemu dalam harmoni warna. Sebuah momen kecil, namun penuh makna bagi pertumbuhan iman generasi gereja masa depan. (Goe).

  • Bagikan