Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tentang Expo Pembangunan dan UMKM, Niko Funan: “Ini Perdana, Tahun Depan Kami Pasti Lebih Baik”

Camat Amarasi Timur Niko Funan bersama perwakilan masyarakat dan Perangkat desa dari Oebesi, Pakubaun, Rebeka dan Enoraen di Stan Amarasi Timur. Diabadikan siang tadi Selasa (19/8/25).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT –— Bupati Kupang Yos Lede dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki di tahun pertama masa tugas berupaya membangkitkan ekonomi kerakyatan.

Itu dilakukan melalui Expo pembangunan dan UMKM selama 10 hari terhitung sejak 11-20 Agustus 2025.

“Ini awal bagi kami. Kedepan kita mulai hidupkan sentra – sentra tenun atau masyarakat untuk menyambut even ini dengan semangat. Kedepan masyarakat sudah harus tau oh ini yang kita lombakan. Mana yang dari desa untuk dipromosikan dan pamerkan tahun berikut. Kita akan siapkan diri untuk tampil lebih baik”, ujar Camat Amarasi Timur Niko Funan kepada media ini di Stan Amarasi Timur, Selasa (19/8/25).
Niko menilai, pameran ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam mempromosikan berbagai potensi wilayah.

“Khusus Amarasi Timur, kita tidak mau hanya menonton potensi di wilayah. Harus menghasilkan uang. Kelola dengan baik, bawa ke pameran ini dipromosikan untuk kemudian mendapat perhatian pasar”, kata dia.

“Kita punya masyarakat selama ini tidak dibangunkan. Dengan gebrakan bupati ini mendorong masyarakat untuk menjadikan ini sebagai sumber penghasilan”, tambah dia.

Potensi yang bisa dikembangkan?

Pria asal TTU ini menjelaskan, Potensi yang bisa dikembangkan di Amarasi Timur berupa ternak sapi, pertanian, perikanan, namun belum dimaksimalkan.

“Ada cabai juga, tomat. Hanya pengelolaannya terkendala pada air. Masih jadi halangan besar. Potensi sawah. Enoraen dusun 1, 2 ada sawah puluhan ha. Kita sudah dapat traktor. Harap dimaksimalkan”, imbau dia.

Apa saja yang dipamerkan selama sepekan Expo pembangunan?

Ia menjelaskan, ada berbagai kerajinan tangan seperti tenun ikat, tempat sirih perempuan dari daun lontar dibawa untuk dipamerkan selama ini.

“Khusus tenun ikat ada Selendang. Sarung selimut. Khusus pakubaun 35 kain selimut, selendang, ikat pinggang untuk laki-laki (Nafi). Seluruhnya kain saja sekitar 200 lebih lembar.
Ada yang terjual. Nilainya sekitar 5 jutaan. Dari desa Rebeka Rp4 juta lebih, tambah desa Oebesi Rp600.000, dan desa Enoraen Rp200.000″, terang Niko.

” Kami dari desa Pakubaun, bawa kain tenun. Kerajinan tangan seperti bakul, tempat sirih. Sarung tenun, selimut”, tambah Kades Pakubaun Bildat Runesi.

Hal yang sama disampaikan Sekretaris desa Enoraen, Daniel Ruku.

“Kain dari tiap dusun 2 paket, sarung dan selimut. Tempat sirih, Orbata, perempuan dan laki-laki, ksni bawa untuk pamerkan di sini”, terang dia. .

Kepala Desa Oebesi Kornelius Nenoharan menjelaskan, pihaknya memamerkan kain tenunan, anyaman, apotik hidup dan Bunga.

Nyonya Yitro Marlina Kapitan masyarakat desa Rebeka, menjelaskan, Desa Rebeka tampil dengan berbagai hasil karya para ibu.

“Kami bawa kain laki-laki – perempuan, selendang (lebih besar), salempang (lebih kecil). Ada juga Ikat pinggang motif kain manfafa. Tempat sirih, Snipi. Tempat kapur. Kapir, tas untuk laki-laki. Kormama untuk kaum perempuan taruh sirih pinang”, urai dia.

Berapa banyak yang laku?
Yitro Marlina Kapitan mengatakan, selama pameran berlangsung ada beberapa hasil, karya yang dibeli oleh pengunjung.

“Yang laku. Selimut 2, sarung 2, salempang 2, selendang 2. Tempat kapur 4. Total Rp4.850.000”, pungkas dia.

Expo Pembangunan dan UMKM di halaman Kantor Bupati Kupang ditutup Rabu (20/8/25) pukul 27.00. (Sintus).

  • Bagikan