Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Saat Ziarah di Taman Doa Oebelo, Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang dan Ketua Cabang Paroki Kolhua Dikukuhkan

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT –– Dalam suasana penuh syukur dan doa, puluhan anggota Sahabat Mgr. Gabriel Manek (SMGM) di Kota dan Kabupaten Kupang menggelar ziarah rohani.

Ziarah berlangsung di Taman Doa Yesus Maria Oebelo, Kabupaten Kupang Senin (18/8/25).

Kegiatan ini digelar sekaligus untuk memperingati hari kelahiran Hamba Allah Mgr. Gabriel Manek, SVD. Ia dikenang sebagai gembala besar Gereja di NTT.

Ziarah dimulai dari Pastoran Taman Doa dengan doa pembuka, lalu dilanjutkan dengan jalan salib melewati setiap stasi. Doa dipanjatkan dalam suasana hening dan penuh devosi hingga tiba di Porta Santa.

Nyanyian pujian dan doa bersama semakin memperdalam iman para peziarah yang merasa dipersatukan dalam semangat pengabdian sang Gembala Umat.

Pengukuhan koordinator SMGM Keuskupan.

Dalam kesempatan ini, dilakukan pula pengukuhan Adrianus Ceme sebagai Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang Yohanes Mau sebagai Ketua Cabang SMGM Paroki Fransiskus Asisi Kolhua.

Pengukuhan berlangsung sederhana namun sarat makna, menandai komitmen baru dalam pelayanan dan pengabdian iman.

Puncak kegiatan ditandai dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh RD. Longginus Bone sebagai Pastor Pendamping SMGM Keuskupan Agung Kupang. RD Longginus didampingi dua imam Claretian, Pater Sil, CMF dan Pater Marsel, CMF, bersama seorang diakon di Taman Doa Oebelo.

Dalam homilinya, Pater Sil, CMF menegaskan pesan Injil Matius tentang seorang pemuda yang berani meninggalkan segala harta untuk mengikuti Kristus.

“Peringatan kelahiran Mgr. Gabriel Manek bukan sekadar rutinitas tahunan. Melainkan undangan rohani untuk berani melepaskan segala sesuatu yang melekat dalam diri demi mengikuti Sang Guru Ilahi,” tegasnya.

Usai misa, Adrianus Ceme menegaskan tekad untuk memperluas pelayanan SMGM di Keuskupan Agung Kupang.

“Saat ini baru ada 11 cabang. Ke depan, kita harus terus bekerja agar SMGM semakin berkembang, hingga mampu menghadirkan 500 cabang di setiap keuskupan. Ini sesuai semangat Munas.

Apalagi tahun 2027 nanti, Keuskupan Agung Kupang akan menjadi tuan rumah Munas IV SMGM. Karena itu mari kita bekerja bersama-sama,” ujarnya.

Ia menambahkan, komunitas SMGM tidak hanya berhenti pada doa, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sesuai spiritualitas Mgr. Gabriel Manek.

Spiritualitasnya menggema dalam lima M: Mengunjungi, Mendengarkan, Menghibur, Menyentuh, dan Mendoakan.

Pater Sil dalam sapaan penutupnya mengingatkan, Taman Doa Yesus Maria Oebelo adalah rumah doa bagi semua umat.

“Kapan saja boleh datang untuk berdoa, membawa segala keinginan dan harapan di hadapan Tuhan,” ungkapnya.

Sementara itu, RD. Longginus Bone menekankan pentingnya struktur kepengurusan SMGM. “Koordinator diperlukan untuk membantu saya sebagai pendamping dalam menjangkau seluruh komunitas SMGM di Keuskupan Agung Kupang,” jelasnya.

Doa yang terucap dari seluruh rangkaian perayaan ini menggema sebagai harapan bersama. “Tuhan, dampingilah kami agar mampu melepaskan segala hal dunia yang mengikat, supaya kami semakin setia mengikuti Dikau”.

Melalui perayaan sederhana namun penuh makna ini, komunitas SMGM kembali diteguhkan dalam panggilan mereka: meneladani semangat hidup Hamba Allah Mgr. Gabriel Manek. Dia telah mengabdikan seluruh hidupnya demi Gereja dan umat kecil yang dikasihinya. (goe).

  • Bagikan