Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Sinergitas dan Kolaborasi, Forum PRB Gelar Musda

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kupang telah berhasil menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) III.
Musda berlangsung Rabu (23/7/25) bertempat di Hotel Sasando Kota Kupang.

Kegitan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penanggulangan bencana dan adaptasi perubahan Iklim.

MUSDA ini adalah upaya mendukung Kebijakan Nasional dan daerah dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan adaptasi perubahan iklim.
Sebagai wilayah yang sering terjadi bencana, Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang membutuhkan kolaborasi dan sinergi semua pihak, salah satunya melalui penyelenggaraan MUSDA Forum PRB Kabupaten Kupang untuk memilih pengurus baru.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan dukungan dari NGO dan CSO yang ada di Kabupaten Kupang.

Ketua Tim Kerja Ayub Anzgar Manafe dalam laporannya mengatakan, pembiayaan kegiatan ini selain bersumber dari APBD  juga mendapat dukungan dari Yayasan CIS Timor Indonesia melalui Program SIAP SIAGA (kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia untuk Manajemen Risiko Bencana). Selain itu dukungan juga dari Catholic Relief Services (CRS), Yayasan Ume Daya Nusantara (UDN), Wahana Visi Indonesia (WVI), Bengkel APPEK, Cita Madani Mitra Childfun, Gerakan Advocasi Transformasi Disabilitas Untuk Inklusi (GARAMIN), Yayasan PIKUL dan Yayasan TLM.

Lebih lanjut, Ayub dalam laporannya mengatakan, MUSDA III FPRB Kabupaten Kupang ini sebelumnya juga telah diawali dengan beberapa kegiatan penunjang, diantaranya, pertemuan pembentukan tim kerja MUSDA III, dan juga rapat persiapan MUSDA hingga terselenggaranya kegiatan ini.

Dia menyebut pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah sebanyak 110 orang yang mewakili actor penthahelix  (Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha, Media dan Masyarakat sipil) dengan total biaya yang dianggarkan sebesar Rp. 67,114,625.

“Tujuan dilaksanakan MUSDA III FPRB ini selain memilih kepengurusan FPRB yang baru juga untuk mensinergikan semua program dan perencanaan untuk membangun ketangguhan Masyarakat dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim.  Musda III ini berbeda dari dua Musda sebelumnya, karena MUSDA III ini menghadirkan FPRB atau TSBD atau KSB di desa yang telah membentuk organisasi kebencanaan di level desa. Selain ini juga menghadirkan BPRB (Badan Penanggulangan Risiko Bencana) di lingkup Klasis-klasis yang ada di bawah naungan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Hal ini untuk mendorong adanya keberlanjutan informasi dan mendorong kerja PRB API yang sampai ke level Masyarakat”.  Kata Alain kepada awak media.

MUSDA III FPRB dimulai dengan pemaparan dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang, Semuel Tinenti. Materi tentang Konteks Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kabupaten Kupang.
Setelah itu dilanjutkan dengan Pemaparan dari Juardy Selan selaku Kepala BP4D Kabupaten Kupang tentang  Kebijakan dan Program Prioritas Kabupaten Kupang terkait Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perudabahan Iklim yang inklusif di Kabupaten Kupang.

Materi kemudian dilanjutkan secara online via zoom oleh Direktur Kesiapsiagaan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Drs. Pangarso Suryotomo melalui materi tentang Peran Strategis FPRB didalam mendukung ketangguhan daerah dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana dan perubahan iklim.

Bupati Kupang Yosef Lede dalam sambutannya saat membuka  MUSDA III FPRB mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dan dukungan semua actor pentahelix yang ada di Kabupaten Kupang untuk melaksanakan MUSDA III FPRB.

MUSDA ini sebagai upaya mendukung kebijakan nasional untuk  mendorong kolaborasi yang dapat membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim yang ada di Kabupaten Kupang.

Setelah seluruh rangkaian pemaparan dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban Pengurus FPRB masa bakti 2020-2024, pembahasan statute, dan selanjutnya dilaksanakan pemilihan pengurus untuk masa bakti 2025-2029.

Berdasarkan hasil pemilihan yang berlangsung alot melalui voting akhinya berhasil memilih Elfrid Saneh sebagai Ketua I Alain Oematan, Pdt. Betharia B. N. Ely Manafe S.Th sebagai Wakil Ketua II.

Sementara sekretaris Ayub Anzgar Manafe melekat pada jabatan Kabid I BPBD Kabupaten Kupang, Alfes Lopo wakil wakil sekretaris, Adhel Lelan, Bendahara. dan Hanna Dakalelang sebagai wakil bendahara.

Selanjutkan pengurus terpilih diberi waktu untuk menentukan formatur untuk badan pengurus lainnya.

Pengukuhan.
Setelah seluruh rangkaian MUSDA dilaksanakan, pada pukul 17.20 WITA di tempat yang sama, Bupati Kupang Yoseph Lede, SH. mengukuhkan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kupang 2025-2029.

Pengukuhan didahului dengan membacakan Berita Acara Pengukuhan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kupang tahun 2025-2029.

Yosef Lede mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim kerja Musda yang telah bekerja keras sehingga MUSDA III ini dapat terselenggara dengan baii.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh NGO dan CSO yang masih punya kecintaan untuk membangun Kabupaten Kupang.

“semoga Forum PRB tahun 2025-2029 ini dapat melahirkan koordinasi dan kolaborasi yang baik sehingga menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam meningkatkan ketangguhan Masyarakat menghadapi ancaman bencana dan juga inovasi baru untuk beradaptasi dengan perubahan iklim yang semakin hari semakin nyata”, Kata Yosef Lede.

Tentang SIAP SIAGA.
Kemitraan Australia-Indonesia untuk Manajemen Risiko Bencana, Program SIAP SIAGA bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mencegah, mempersiapkan, menanggapi, dan memulihkan diri dari bencana. Selain itu, program ini juga memperkuat kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam aksi kemanusiaan di kawasan Indo-Pasifik.

Tentang Yayasan CIS TIMOR.
Yayasan CIS Timor Indonesia Percaya pada kekuatan mimpi dan kerja keras dapat mengubah wajah pulau timor menjadi wajah Timor Impian.
Wajah Timor yang memancarkan inspirasi bagi terwujudnya dunia yang lebih baik. 25 tahun sejak 9 September 1999, CIS Timor bekerja untuk dunia yang lebih damai, adil, Tangguh, inklusi dan berdaya dengan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

Tim kami telah bekerja di pulau Timor seluruh eilayah NTT dan akan terus bekerja untuk menjangkau wilayah lain di Indonesia dan dunia. Menjangkau jutaan orang yang rentan dan memberikan manfaat yang berarti. (Sintus/ES).

  • Bagikan